Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/3-2-2026 – Struktur ketenagakerjaan di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2024 menunjukkan karakteristik yang relatif stabil dengan dominasi sektor jasa dan pertanian. Hal tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, yang juga mencatat tren positif berupa penurunan tingkat pengangguran terbuka.
Data ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyampaikan informasi pembangunan secara terbuka dan transparan kepada masyarakat.
Berdasarkan data BPS, penduduk bekerja di Kabupaten Sumbawa tahun 2024 masih didominasi oleh sektor jasa dan pertanian, dengan komposisi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Secara persentase:
Sektor pertanian menyerap 44,22 persen tenaga kerja laki-laki dan 33,18 persen tenaga kerja perempuan
Sektor jasa menjadi sektor utama bagi perempuan dengan 59,39 persen, sementara laki-laki sebesar 41,25 persen
Sektor manufaktur masih relatif kecil, yakni 14,53 persen laki-laki dan 7,43 persen perempuan
Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor jasa semakin berperan penting sebagai penopang lapangan kerja, terutama bagi tenaga kerja perempuan, sementara sektor pertanian tetap menjadi basis utama penyerapan tenaga kerja laki-laki.
Dominasi sektor jasa mencerminkan adanya pergeseran struktur ekonomi secara bertahap, seiring berkembangnya aktivitas perdagangan, jasa sosial, dan jasa lainnya di Kabupaten Sumbawa. Di sisi lain, sektor pertanian tetap memiliki peran strategis sebagai penyangga ekonomi masyarakat perdesaan.
Sementara itu, masih terbatasnya penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur menunjukkan perlunya penguatan hilirisasi dan industri pengolahan berbasis potensi lokal sebagai upaya diversifikasi lapangan kerja.
Dari sisi pengangguran, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren yang membaik. Pada tahun 2023, TPT tercatat sebesar 2,79 persen, kemudian menurun menjadi 2,67 persen pada tahun 2024.
Jika dilihat menurut jenis kelamin:
TPT laki-laki naik tipis dari 2,98 persen (2023) menjadi 3,17 persen (2024)
TPT perempuan justru menurun cukup signifikan dari 2,53 persen menjadi 2,05 persen
Penurunan TPT perempuan menjadi salah satu indikator meningkatnya partisipasi dan daya serap tenaga kerja perempuan, terutama di sektor jasa.
Secara keseluruhan, tingkat pengangguran di Kabupaten Sumbawa masih berada pada level yang relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertambahan angkatan kerja masih dapat diimbangi oleh ketersediaan kesempatan kerja.
Namun demikian, perbedaan tren TPT antara laki-laki dan perempuan menjadi catatan penting, khususnya dalam upaya:
Meningkatkan kualitas dan keberlanjutan lapangan kerja
Menyediakan peluang kerja produktif bagi generasi muda dan tenaga kerja laki-laki
Mendorong sektor-sektor bernilai tambah tinggi agar penyerapan tenaga kerja lebih merata
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif melalui:
Penguatan sektor jasa dan UMKM
Perlindungan dan peningkatan produktivitas sektor pertanian
Pengembangan keterampilan tenaga kerja
Penciptaan iklim usaha yang kondusif dan berkelanjutan
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber Data:
Badan Pusat Statistik (BPS), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023 & 2024