Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/19/1/26 - Jika dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya, indikator pendidikan penduduk Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 menunjukkan arah perbaikan yang konsisten, meskipun masih menyisakan tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan.
Pada tahun 2025, penduduk berumur 15 tahun ke atas yang mampu membaca dan menulis huruf latin mencapai 95,55 persen. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024, yang mencerminkan efektivitas program literasi dasar, pendidikan nonformal, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemampuan baca tulis sebagai modal dasar kehidupan sosial dan ekonomi.
Sementara itu, penduduk yang mampu membaca dan menulis selain huruf latin tercatat 35,18 persen, menunjukkan keberagaman literasi masyarakat Sumbawa sekaligus potensi pelestarian budaya lokal melalui bahasa dan aksara non-latin.
Struktur pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas juga menunjukkan perubahan positif dibandingkan tahun 2024:
Penduduk yang hanya tamat SD/sederajat pada tahun 2025 sebesar 24,88 persen, menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang masih berada di angka 27,57 persen. Penurunan ini menjadi indikator keberhasilan kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Tamatan SMP/sederajat relatif stabil di kisaran 23,98 persen, menunjukkan bahwa transisi dari pendidikan dasar ke menengah pertama telah terjaga dengan baik.
Tamatan SMA/sederajat meningkat dan menjadi kelompok terbesar, yakni sekitar 26–27 persen, menguatkan temuan bahwa mayoritas penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Sumbawa telah mencapai pendidikan menengah atas.
Penduduk dengan pendidikan tinggi mencapai sekitar 10–11 persen, yang meskipun belum dominan, menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian, masih terdapat sekitar 12,81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang belum memiliki ijazah, sehingga menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam upaya pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi kelompok usia dewasa dan wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan.
Dari perbandingan dua tahun terakhir, dapat disimpulkan bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam bidang pendidikan menunjukkan hasil yang nyata, khususnya dalam:
Menurunkan proporsi penduduk berpendidikan rendah
Meningkatkan keberlanjutan sekolah hingga jenjang SMA
Memperkuat literasi dasar masyarakat
Namun demikian, tantangan ke depan masih mencakup:
Penurunan lebih lanjut angka penduduk tanpa ijazah
Peningkatan akses pendidikan tinggi
Penguatan pendidikan nonformal dan pendidikan kesetaraan
Perbandingan ini menegaskan bahwa kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumbawa berada pada jalur yang tepat, namun tetap memerlukan penguatan program agar manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. (KH74)
artikel berita ini dibuatkan untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa