BERITA DETAIL
Angka Buta Huruf di Kabupaten Sumbawa Masih 4,45 Persen, Perlu Penguatan Program Literasi

Angka Buta Huruf di Kabupaten Sumbawa Masih 4,45 Persen, Perlu Penguatan Program Literasi

21 Januari 2026   64

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/21/1/2026 – Persentase penduduk Kabupaten Sumbawa berusia 15 tahun ke atas yang masih mengalami buta huruf pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,45 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun 2023, yang berada pada level 3,88 persen, sebagaimana tercantum dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024.

Berdasarkan Gambar 5.4 Persentase Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas menurut Jenis Kelamin dan Kemampuan Baca Tulis, sebagian besar penduduk Kabupaten Sumbawa sebenarnya telah melek huruf. Tingkat melek huruf penduduk laki-laki mencapai 97,3 persen, sementara penduduk perempuan berada pada angka 93,6 persen. Secara keseluruhan, tingkat melek huruf laki-laki dan perempuan mencapai 95,55 persen.

Namun demikian, masih terdapat kesenjangan yang perlu menjadi perhatian, khususnya pada kelompok perempuan, di mana persentase buta huruf tercatat lebih tinggi, yakni 6,4 persen, dibandingkan laki-laki yang berada pada angka 2,7 persen. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka buta huruf secara agregat di Kabupaten Sumbawa.

Peningkatan angka buta huruf pada tahun 2024 ini dinilai masih jauh dari target Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Program Buta Aksara Nol (ABSANO), yang menargetkan penghapusan buta huruf secara menyeluruh di seluruh wilayah NTB.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen mendukung kebijakan dan program literasi, baik melalui sektor pendidikan formal maupun nonformal, termasuk program keaksaraan fungsional, pemberdayaan masyarakat, serta sinergi lintas perangkat daerah dan mitra terkait.


Ulasan: Tantangan Literasi dan Arah Kebijakan Pemkab Sumbawa

Data Susenas 2024 memberikan gambaran objektif bahwa literasi dasar di Kabupaten Sumbawa secara umum sudah berada pada tingkat yang cukup baik, dengan lebih dari 95 persen penduduk usia 15 tahun ke atas telah mampu membaca dan menulis. Namun, kenaikan angka buta huruf dari 3,88 persen menjadi 4,45 persen menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan penguatan kebijakan.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa masih terdapat kelompok masyarakat rentan, terutama perempuan usia dewasa dan lanjut usia, serta masyarakat di wilayah tertentu yang belum sepenuhnya terjangkau layanan pendidikan dan program keaksaraan. Faktor sosial, ekonomi, dan geografis diduga turut memengaruhi capaian tersebut.

Dalam konteks Program ABSANO (Buta Aksara Nol) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB, Kabupaten Sumbawa perlu memperkuat langkah-langkah strategis, antara lain:

  • penguatan program keaksaraan nonformal berbasis komunitas,

  • integrasi program literasi dengan kegiatan pemberdayaan ekonomi dan sosial,

  • serta peningkatan kolaborasi dengan pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan lembaga keagamaan.

Transparansi penyampaian data ini kepada publik menjadi bagian penting dari akuntabilitas pemerintah daerah, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mendukung gerakan literasi. Dengan kebijakan yang tepat sasaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu menekan angka buta huruf secara signifikan dan mendukung terwujudnya target Buta Aksara Nol di Provinsi NTB. (KH74)


Jartikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa