Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/Januari 2026 — Struktur pendidikan penduduk Kabupaten Sumbawa usia 15 tahun ke atas pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, terjadi penurunan signifikan pada penduduk yang hanya menamatkan pendidikan dasar, serta peningkatan partisipasi pendidikan pada jenjang menengah dan tinggi.
Penduduk usia 15 tahun ke atas yang menamatkan pendidikan SD/sederajat tercatat sebesar 24,88 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 27,57 persen. Penurunan ini mencerminkan semakin membaiknya keberlanjutan pendidikan masyarakat Sumbawa ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, penduduk yang menamatkan SMP/sederajat mencapai 23,98 persen, dan SMA/sederajat sebesar 26,71 persen, menjadikan jenjang pendidikan menengah sebagai kelompok dominan dalam struktur pendidikan masyarakat Kabupaten Sumbawa tahun 2025.
Namun demikian, masih terdapat 12,81 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang belum atau tidak menamatkan pendidikan SD, sehingga belum memiliki ijazah formal. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dalam upaya pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi kelompok rentan dan wilayah terpencil.
Dari sisi gender, data menunjukkan bahwa meskipun pada jenjang pendidikan SD dan SMP masih didominasi oleh penduduk laki-laki, namun pada jenjang SMA/sederajat dan Pendidikan Tinggi, justru didominasi oleh penduduk perempuan. Hal ini mencerminkan tren positif meningkatnya partisipasi sekolah perempuan di Kabupaten Sumbawa, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk perempuan dan meningkatnya kesadaran keluarga terhadap pentingnya pendidikan bagi anak perempuan.
Capaian pendidikan penduduk Kabupaten Sumbawa tahun 2025 menunjukkan arah pembangunan sumber daya manusia yang semakin membaik dan inklusif. Penurunan persentase penduduk yang hanya tamat SD menjadi indikator keberhasilan program wajib belajar serta meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan menengah.
Dominasi penduduk perempuan pada jenjang SMA dan Perguruan Tinggi menjadi sinyal positif bagi pembangunan jangka panjang, mengingat pendidikan perempuan memiliki dampak luas terhadap peningkatan kualitas keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Tren ini juga menunjukkan semakin berkurangnya kesenjangan gender dalam akses pendidikan di Kabupaten Sumbawa.
Namun, keberadaan lebih dari 12 persen penduduk yang belum memiliki ijazah masih menjadi tantangan serius. Pemerintah Kabupaten Sumbawa perlu terus memperkuat:
Program pendidikan nonformal dan kejar paket
Intervensi pendidikan berbasis wilayah dan kelompok usia dewasa
Kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka putus sekolah
Data ini menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus sebagai wujud transparansi kepada publik terkait kondisi riil pembangunan sumber daya manusia di daerah. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa