Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/3-3-2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohamad Ansori mulai merealisasikan salah satu janji politiknya pada tahun pertama masa pemerintahan.
Melalui Program Unggulan ke-8 Jarot–Ansori, Pemkab Sumbawa memberikan insentif kepada imam masjid, guru ngaji, serta pemuka agama lainnya hingga tingkat dusun sebagai bentuk perhatian terhadap peran strategis tokoh agama dalam menjaga moral dan harmoni sosial masyarakat.
Pada tahun 2025, insentif sebesar Rp150.000 per bulan diberikan secara rutin selama 12 bulan dalam satu tahun anggaran. Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan BAZNAS guna memastikan distribusi tepat sasaran dan akuntabel.
Berdasarkan data realisasi, sebanyak 623 tokoh agama menerima manfaat dari program ini. Rinciannya antara lain:
495 Guru Ngaji dengan total anggaran Rp891.000.000
76 Penyuluh Agama dengan total anggaran Rp136.800.000
52 Imam Masjid dengan total anggaran Rp93.600.000
Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai lebih dari Rp1 miliar dalam satu tahun.
Program ini menyasar tokoh agama lintas peran yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan keagamaan di masyarakat, terutama di tingkat dusun dan lingkungan.
Realisasi Program Unggulan ke-8 menunjukkan bahwa komitmen politik Jarot–Ansori tidak berhenti pada janji kampanye, tetapi mulai diwujudkan secara konkret sejak tahun pertama pemerintahan.
Pemberian insentif kepada tokoh agama bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam membangun karakter generasi muda, menjaga ketenteraman sosial, serta memperkuat nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
Langkah ini juga memiliki dampak strategis:
Penguatan Ketahanan Sosial dan Moral
Tokoh agama memiliki peran penting dalam membina masyarakat hingga ke tingkat dusun. Dukungan pemerintah memperkuat fungsi tersebut.
Peningkatan Kesejahteraan Tokoh Agama
Meski nominalnya sederhana, insentif rutin memberikan kepastian dukungan bagi para imam, guru ngaji, dan penyuluh agama.
Penguatan Kolaborasi Pemerintah dan BAZNAS
Pola penyaluran melalui BAZNAS menunjukkan upaya menjaga transparansi dan ketepatan sasaran.
Bagi masyarakat, realisasi ini menjadi indikator bahwa pemerintahan Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Jarot–Ansori mulai bergerak memenuhi komitmen yang telah disampaikan kepada publik.
Ke depan, konsistensi dan keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaatnya semakin luas dan berdampak nyata bagi pembangunan sosial dan keagamaan di Sumbawa. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa