Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/4-3-2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohamad Ansori mulai merealisasikan Program Unggulan 09 yang berfokus pada bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM serta pendampingan entrepreneur milenial.
Pada tahun pertama pelaksanaan, sebanyak 224 unit usaha menerima bantuan modal dan hibah usaha. Rinciannya terdiri dari 145 UKM dan 79 IKM yang mendapatkan dukungan sarana dan prasarana usaha.
Total dana hibah yang telah disalurkan mencapai Rp1,475 miliar untuk 77 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa.
Bantuan modal yang diberikan mayoritas dimanfaatkan untuk pengembangan usaha warung sembako, jasa boga (catering), kios, serta industri rumahan seperti usaha kue.
Selain distribusi bantuan, pemerintah daerah juga melakukan pembinaan dan pendampingan melalui program Bale Berdaya. Sebanyak 110 UMKM telah dibina, termasuk 21 Local Champion yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Sumbawa.
Program pendampingan milenial juga dijalankan melalui platform Bale Mula, yang dirancang untuk mencetak entrepreneur muda mandiri agar mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Realisasi Program Unggulan 09 menunjukkan bahwa komitmen pemerintahan Jarot–Ansori dalam memperkuat ekonomi kerakyatan mulai diwujudkan sejak tahun pertama kepemimpinan.
Beberapa poin penting yang dapat dicermati masyarakat:
Nilai bantuan yang disampaikan secara terbuka — Rp1,475 miliar untuk 77 KUBE — menjadi bentuk akuntabilitas pemerintah daerah dalam pengelolaan APBD.
Bantuan difokuskan pada usaha kecil yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti sembako, kuliner, dan industri rumahan. Ini menunjukkan pendekatan pembangunan berbasis ekonomi akar rumput.
Melalui Bale Berdaya dan Bale Mula, pemerintah tidak sekadar menyalurkan dana, tetapi juga membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan entrepreneur milenial menjadi strategi jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Langkah ini memperlihatkan bahwa arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Sumbawa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.
Program ini menjadi salah satu indikator bahwa sejak tahun pertama pemerintahan, janji politik Jarot–Ansori mulai direalisasikan secara konkret melalui kebijakan yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil dan menengah.
Ke depan, konsistensi, pengawasan, serta evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat program semakin luas dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa