BERITA DETAIL
Bupati Sumbawa Kukuhkan Pengurus FPRB, Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana

Bupati Sumbawa Kukuhkan Pengurus FPRB, Perkuat Sinergi Pengurangan Risiko Bencana

03 Maret 2026   96

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/2 Maret 2026 — Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Tahunan, bertempat di Grand Samota Hotel, Senin (02/03/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, Kepala BPBD, perwakilan Konsepsi dan SIAP SIAGA, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta para pengurus FPRB.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan rompi FPRB kepada Ketua FPRB Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., oleh Bupati sebagai simbol dimulainya amanah kepengurusan yang baru.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bencana bukan lagi sekadar materi pembelajaran, melainkan telah menjadi bagian dari realitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan kebencanaan harus dilakukan secara sistematis, terkoordinasi, dan berbasis kesiapsiagaan.

Menurutnya, keberadaan FPRB tidak boleh dimaknai hanya sebagai organisasi formal, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, dan relawan dalam satu tujuan besar: mengurangi risiko sebelum bencana terjadi.

Bupati berharap FPRB mampu menghadirkan aksi nyata di lapangan, tidak hanya menyusun dokumen perencanaan. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi kebencanaan hingga ke tingkat desa, agar masyarakat memahami mitigasi dan langkah penanganan awal saat terjadi bencana.

Selain itu, ia mendorong pelaksanaan simulasi dan pelatihan rutin, khususnya di sekolah dan kawasan rawan bencana, guna membentuk budaya sadar risiko sejak dini.

“Kalau bisa, di setiap RT/RW ada warga yang memahami dasar-dasar kebencanaan. Ini penting agar respons awal saat terjadi bencana bisa lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sistem koordinasi yang sederhana namun efektif dalam situasi darurat, serta pendekatan yang inklusif dengan melibatkan perempuan, penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan generasi muda.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan selamat kepada para pengurus yang baru dikukuhkan dan mengingatkan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Melalui pengukuhan dan rapat kerja tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun daerah yang tangguh, siap, dan responsif terhadap potensi bencana.


Ulasan: Membangun Sumbawa Tangguh Berbasis Kolaborasi

Pengukuhan FPRB Kabupaten Sumbawa menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola kebencanaan daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak hanya berfokus pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga pada upaya mitigasi dan pencegahan.

Pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur—pemerintah, dunia usaha, akademisi, relawan, hingga masyarakat desa—merupakan strategi yang relevan dalam membangun ketangguhan daerah.

Penekanan pada literasi kebencanaan di tingkat RT/RW dan sekolah juga mencerminkan orientasi jangka panjang. Edukasi sejak dini dan pelatihan rutin akan membentuk budaya sadar risiko yang menjadi fondasi utama pengurangan dampak bencana.

Publikasi kegiatan ini merupakan bagian dari transparansi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyampaikan langkah konkret yang telah dan sedang dilakukan untuk melindungi masyarakat. Dengan penguatan FPRB, diharapkan koordinasi penanganan bencana semakin efektif dan masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi risiko di masa mendatang. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa