Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/16-12-26 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Agung Nurul Huda, Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua GOW, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Agung Nurul Huda.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa besar dan sangat penting dalam sejarah umat Islam. Isra dimaknai sebagai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh.
“Peristiwa ini merupakan perjalanan spiritual yang sangat berat dan personal bagi Rasulullah SAW. Namun justru dalam kondisi itulah Allah SWT memperjalankan beliau dan memberikan hadiah terbesar bagi umat Islam, yaitu salat,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa salat merupakan titik temu antara langit dan bumi, antara kesibukan dunia dan ketenangan jiwa. Salat menjadi sarana utama dalam menjaga hubungan manusia dengan Allah SWT.
“Ketika kita salat, sesungguhnya kita sedang menjaga hubungan kita dengan Allah SWT. Oleh karena itu, saya menekankan pentingnya salat subuh berjamaah sebagai pondasi kehidupan masyarakat Sumbawa,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa ke-67 yang akan diperingati pada 22 Januari 2026.
“Mari kita jadikan 22 Januari sebagai hari kebersamaan, bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan niat yang baik dan doa bagi daerah yang kita cintai,” ajaknya.
Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja keras dalam mempersiapkan kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini.
“Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita dan menjaga daerah yang kita cintai,” tutupnya.
Sebelumnya, ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Syukri Rahmat, S.Ag., M.M., Inov, yang menekankan bahwa masjid merupakan pusat ibadah dan kebersamaan umat, serta tempat paling mulia di muka bumi.
“Masjid harus kita jaga dan makmurkan dengan salat berjamaah serta berbagai kegiatan keagamaan,” ucap Ustadz Syukri.
Ia juga menyampaikan bahwa salat memiliki peran penting dalam mencegah perbuatan yang tidak manusiawi serta menjadi sarana utama dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam ceramahnya, Ustadz Syukri turut mengajak masyarakat Sumbawa untuk menjaga kebersamaan dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mengajak masyarakat untuk salat berjamaah di masjid.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan donasi untuk korban bencana di Sumatera, yang diserahkan oleh Ketua DKM Masjid Agung Nurul Huda sebesar Rp11.755.000, serta bantuan dari Baznas Kabupaten Sumbawa sebesar Rp50.000.000 kepada Bupati Sumbawa.
Kehadiran Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam peringatan Isra Mi’raj menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan sosial dan moral masyarakat.
Penekanan Bupati terhadap pentingnya salat subuh berjamaah mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.
Ajakan untuk merayakan HUT Kabupaten Sumbawa ke-67 dalam suasana kebersamaan dan doa menunjukkan upaya pemerintah dalam mengintegrasikan nilai religius dengan agenda kebangsaan dan pembangunan daerah.
Penyerahan donasi bencana yang diumumkan secara terbuka menjadi bentuk transparansi pengelolaan dana sosial serta menunjukkan kepedulian masyarakat dan pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di daerah lain.
Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk membangun daerah yang religius, harmonis, dan peduli terhadap sesama, sekaligus menjaga keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang baik. (KH74)