Sumbawa – Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren meningkat secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, AHH meningkat dari 71,66 tahun pada 2021 menjadi 73,07 tahun pada 2025.
Angka Harapan Hidup (AHH) adalah perkiraan rata-rata usia yang dapat dicapai oleh seseorang sejak lahir, dengan asumsi pola kesehatan, tingkat kematian, dan kualitas hidup pada tahun tersebut tetap sama sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, AHH menggambarkan seberapa lama masyarakat diperkirakan dapat hidup secara rata-rata, sekaligus menjadi indikator penting untuk menilai kualitas kesehatan dan kesejahteraan suatu daerah.
Semakin tinggi AHH suatu daerah, semakin baik pula kondisi kesehatan masyarakat, akses terhadap layanan kesehatan, kualitas lingkungan, serta tingkat kesadaran hidup sehat.
Secara rinci, AHH Kabupaten Sumbawa tercatat:
2021: 71,66 tahun
2022: 72,03 tahun (laju pertumbuhan 0,52 persen)
2023: 72,41 tahun (laju pertumbuhan 0,53 persen)
2024: 72,67 tahun (laju pertumbuhan 0,36 persen)
2025: 73,07 tahun (laju pertumbuhan 0,55 persen)
Peningkatan tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi pada tahun 2025, dengan laju pertumbuhan mencapai 0,55 persen, menunjukkan adanya penguatan kembali kinerja sektor kesehatan dan pelayanan sosial setelah mengalami perlambatan pada tahun sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menilai capaian ini sebagai hasil dari sinergi lintas sektor, mulai dari peningkatan akses layanan kesehatan, penguatan puskesmas dan fasilitas rujukan, program kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, hingga perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.
Angka Harapan Hidup merupakan salah satu indikator utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peningkatan AHH menunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa secara umum memiliki peluang hidup lebih lama dengan kualitas kesehatan yang lebih baik, yang menandakan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan dan sosial.
Walaupun AHH terus meningkat setiap tahun, laju pertumbuhannya mengalami fluktuasi. Perlambatan pada tahun 2024 menjadi sinyal perlunya evaluasi kebijakan, sementara peningkatan signifikan di tahun 2025 menunjukkan bahwa langkah perbaikan dan penguatan program kesehatan mulai membuahkan hasil nyata.
Kenaikan AHH dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
akses layanan kesehatan yang merata,
kualitas pelayanan ibu dan anak,
pengendalian penyakit menular dan tidak menular,
perbaikan gizi masyarakat,
lingkungan yang bersih dan sehat,
serta peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
Data AHH ini dapat menjadi dasar Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk:
memperkuat layanan kesehatan preventif dan promotif,
meningkatkan perhatian pada kesehatan lansia,
mengintegrasikan kebijakan kesehatan dengan sektor lingkungan dan sosial,
serta menjaga kesinambungan program kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Peningkatan Angka Harapan Hidup Kabupaten Sumbawa merupakan cerminan keberhasilan pembangunan manusia yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Melalui keterbukaan informasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan kebijakan berbasis data demi mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sehat, produktif, dan berumur panjang. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa
sumber: Publikasi resmi BPS Sumbawa