BERITA DETAIL
Inflasi Kabupaten Sumbawa Desember 2025 Terkendali di Angka 2,78 Persen

Inflasi Kabupaten Sumbawa Desember 2025 Terkendali di Angka 2,78 Persen

06 Januari 2026   67

 

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/(6/1/26) — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa mencatat bahwa pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,78 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,98. Angka ini menunjukkan bahwa laju inflasi di Kabupaten Sumbawa masih berada dalam kategori terkendali dan relatif stabil.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,70 persen dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 2,78 persen. Kenaikan harga pada Desember 2025 dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga antara lain makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,72 persen, pakaian dan alas kaki sebesar 1,74 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,61 persen, serta kesehatan sebesar 1,70 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi yakni 20,25 persen, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Di sisi lain, BPS mencatat adanya deflasi pada kelompok transportasi sebesar 0,52 persen, yang memberikan kontribusi penahan terhadap laju inflasi secara keseluruhan.

Beberapa komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, ikan teri, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, minyak goreng, serta komoditas hortikultura dan hasil perikanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Sumbawa.

Berdasarkan data yang dipublikasikan BPS Sumbawa bahwa perkembangan inflasi ini mencerminkan dinamika harga yang masih wajar, seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun.


Ulasan: Inflasi Terkendali, Pemerintah Daerah Perlu Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Capaian inflasi 2,78 persen pada Desember 2025 menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Kabupaten Sumbawa relatif stabil, serta sejalan dengan target inflasi nasional. Inflasi yang masih terkendali ini mencerminkan upaya bersama antara Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Namun demikian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Hal ini mengindikasikan bahwa ketahanan pasokan pangan dan kelancaran distribusi tetap menjadi faktor kunci yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya pada komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan produk protein hewani.

Kenaikan signifikan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang didominasi oleh komoditas emas perhiasan, menunjukkan adanya pengaruh faktor eksternal dan fluktuasi harga global. Meski tidak berdampak langsung pada kebutuhan pokok, tren ini tetap perlu dimonitor karena dapat memengaruhi persepsi inflasi di masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa diharapkan terus memperkuat:

  • Koordinasi TPID,

  • Pengendalian inflasi pangan melalui penguatan produksi lokal,

  • Kelancaran distribusi antarwilayah, serta

  • Pemantauan harga secara rutin, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan musim paceklik.

Melalui pengelolaan inflasi yang konsisten dan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat memastikan stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, sekaligus melindungi daya beli dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (KH74)


sumber : Data Publikasi BPS Sumbaewa