Sumbawa, Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan capaian positif dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Berdasarkan Laporan Realisasi Belanja Per Organisasi Perangkat Daerah (OPD) per November 2025, sejumlah OPD berhasil mencatat realisasi anggaran yang tinggi, menunjukkan efektivitas penggunaan anggaran dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah.
Beberapa OPD dengan realisasi belanja terbesar di antaranya:
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
Realisasi: Rp 338,6 miliar dari pagu Rp 417 miliar atau 81,21%.
BKAD menjadi OPD dengan beban anggaran terbesar karena mengelola belanja-belanja strategis daerah, termasuk komponen penyaluran transfer.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
Realisasi: Rp 5,9 miliar dari pagu Rp 6,8 miliar atau 87,51% — salah satu realisasi tertinggi.
Capaian ini menunjukkan efektivitas pelaksanaan program pembinaan masyarakat dan stabilitas daerah.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM)
Realisasi: Rp 9,17 miliar dari pagu Rp 13,42 miliar atau 68,38%.
Program pengembangan SDM aparatur menjadi fokus utama sepanjang tahun berjalan.
Capaian realisasi yang rata-rata berada pada kategori cukup baik hingga tinggi menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa mampu menjaga ritme pembangunan daerah, meski menghadapi tantangan nasional seperti penyesuaian fiskal dan perlambatan transfer keuangan pusat.
Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti bahwa pemerintah daerah terus berupaya memastikan belanja publik berjalan efektif, akuntabel, dan tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat.
Dari data yang tersedia, mayoritas OPD telah mengeksekusi anggaran di atas 70%, dan beberapa bahkan mencapai lebih dari 85%.
Ini menunjukkan:
Program kerja berjalan sesuai rencana.
OPD mampu mempercepat realisasi menjelang akhir tahun anggaran.
Proses administrasi dan pelaksanaan program relatif lancar.
BKAD menjadi OPD dengan nominal realisasi terbesar karena mengelola:
Transfer ke desa
Belanja wajib daerah
Program prioritas pemerintah
Capaian 81,21% menunjukkan konsistensi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Kesbangpol mencatat realisasi 87,51%, yang menunjukkan efektivitas program stabilitas sosial dan ketenteraman masyarakat.
Beberapa OPD masih berada di realisasi sekitar 60–70%, sehingga diperlukan:
Percepatan pelaksanaan kegiatan fisik
Penyederhanaan proses administrasi
Optimalisasi koordinasi dengan pihak ketiga/pelaksana
Realisasi belanja yang baik mencerminkan:
Program publik berjalan
Infrastruktur terus digenjot
Layanan sosial membaik
Ekonomi daerah terdorong lewat belanja pemerintah
Ini penting karena belanja pemerintah adalah motor penggerak ekonomi lokal, terutama di daerah yang sangat bergantung pada APBD.
Realisasi belanja per OPD per November 2025 menunjukkan bahwa Kabupaten Sumbawa berada pada jalur yang baik dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Pemerintah daerah telah bekerja optimal memastikan anggaran digunakan sesuai prioritas, transparan, serta berdampak langsung pada masyarakat. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa
sumber: Bagian Adm. Pembangunan