BERITA DETAIL
Kabupaten Sumbawa Catat Inflasi 2,70% pada November 2025: Stabil dan Terkendali

Kabupaten Sumbawa Catat Inflasi 2,70% pada November 2025: Stabil dan Terkendali

12 Desember 2025   302

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/Desember 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa merilis laporan resmi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa inflasi Year on Year (y-on-y) Kabupaten Sumbawa berada pada level 2,70 persen, dengan IHK naik dari 106,35 (Nov 2024) menjadi 109,22 (Nov 2025).

Angka ini menandakan bahwa inflasi Kabupaten Sumbawa berada pada kategori rendah, terkendali, dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yaitu 1,5–3,5% (sesuai target nasional).

Selain itu, inflasi month to month (m-to-m) tercatat 0,29 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) berada pada level 2,07 persen.


Sumber Utama Inflasi: Kelompok Perawatan Pribadi & Bahan Makanan

Berdasarkan publikasi BPS, inflasi terjadi karena kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran rumah tangga, terutama:

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: naik 17,96%

Kelompok ini menjadi penyumbang inflasi tertinggi, terutama dipicu oleh:

  • Emas perhiasan (+0,98%)

  • Produk perawatan pribadi (sabun, pasta gigi, kosmetik, dll.)

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau: naik 2,73%

Kelompok ini memberi andil terbesar bagi inflasi keseluruhan (+1,17%)

Komoditas yang paling memengaruhi harga:

  • Ikan teri

  • Cabai merah

  • Ikan layang/ambug/ benggol

  • Cumi-cumi

  • Jeruk

  • Bawang merah

  • Daging ayam ras

  • Jagung manis

  • Telur dan sayuran seperti wortel, kangkung, sawi

Kelompok makanan cenderung fluktuatif dan sensitif terhadap pasokan, iklim, dan distribusi.

3?? Kelompok Perumahan, Air, Listrik, BBRT: naik 1,61%

Penyebab utama:

  • Kenaikan kontrak/sewa rumah

  • Bahan bangunan (batu bata, pasir)

  • Pemeliharaan rumah


Kelompok Transportasi Mengalami Deflasi

Ada satu kelompok yang justru menahan laju inflasi, yakni:

Transportasi: deflasi -0,05%

Didorong oleh:

  • Turunnya tarif angkutan udara

  • Penyesuaian tarif transportasi online


Kesimpulan BPS: Inflasi Sumbawa Tetap Sehat dan Terkendali

BPS menegaskan bahwa kondisi inflasi Kabupaten Sumbawa:

  • Masih berada dalam rentang aman target nasional

  • Stabil dibandingkan tren tahun sebelumnya

  • Didominasi faktor musiman & kenaikan komoditas tertentu

Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga.


Ulasan & Analisis untuk Publik (Versi Pemkab Sumbawa)

Inflasi adalah indikator penting untuk mengetahui:

  • Kestabilan ekonomi daerah

  • Kekuatan daya beli masyarakat

  • Efektivitas distribusi dan pasokan kebutuhan pokok

  • Arah kebijakan ekonomi daerah dan pusat

1. Inflasi Sumbawa Masih Aman dan Tidak Mengkhawatirkan

Dengan angka 2,70%, Sumbawa berada dalam kategori:

  • Inflasi rendah

  • Tidak mengganggu daya beli

  • Tidak menunjukkan krisis pasokan

Situasi ini mencerminkan bahwa Pemkab Sumbawa berhasil menjaga stabilitas harga, terutama menjelang akhir tahun.

2. Komoditas Penyumbang Inflasi Bersifat Alamiah & Musiman

Kenaikan kelompok:

  • Bahan makanan

  • Perawatan pribadi

  • Sewa rumah

Adalah fenomena umum yang terjadi hampir di seluruh Indonesia menjelang akhir tahun.

3. Pemkab Sumbawa Perlu Fokus pada Komoditas Volatile Food

Komoditas seperti:

  • Cabai

  • Bawang

  • Ikan

  • Sayur-sayuran

Sangat sensitif terhadap cuaca, distribusi, pasokan daerah sekitar (Bima, Dompu, Lombok).

Ini memperkuat pentingnya:

  • Penguatan ketahanan pangan lokal

  • Pembenahan rantai pasok

  • Optimalisasi pasar rakyat

  • Koordinasi TPID

4. Inflasi Tinggi di Kelompok Perawatan Pribadi Dipengaruhi Pasar Global

Lonjakan harga emas merupakan fenomena:

  • Global (dipengaruhi harga emas dunia)

  • Tidak terkait langsung dengan kebijakan Pemkab

Sehingga persepsi negatif publik terhadap Pemerintah Daerah tidak relevan.

5. Penyumbang Inflasi Utama Justru Barang/Jasa Non-Pemda

Sewa rumah, emas, ikan laut, sayuran, harga kuliner — semuanya bukan ditentukan Pemkab, melainkan oleh:

  • Pasar

  • Pedagang

  • Cuaca

  • Biaya produksi


Pesan Utama untuk Publik (Edukasi)

???? Inflasi bukan berarti harga semua barang naik, melainkan angka rata-rata kenaikan harga.

???? Inflasi 2,70% adalah kategori sangat aman.
Justru jika inflasi terlalu rendah (<1%), itu berbahaya karena menunjukkan lemahnya permintaan.

???? Banyak komoditas yang menjadi penyumbang inflasi bukan dikendalikan pemerintah daerah, tetapi oleh pasar nasional.

???? Pemerintah Daerah terus melakukan konsolidasi dan koordinasi TPID untuk menjaga stabilitas harga.


Penutup: Pemkab Sumbawa Tetap Komit Menjaga Stabilitas Ekonomi

Capaian inflasi yang stabil ini sekaligus menunjukkan bahwa:

  • Program pengendalian harga dan distribusi berjalan baik

  • Daya beli masyarakat masih cukup kuat

  • Ekonomi daerah tetap terjaga sepanjang 2025

Pemkab Sumbawa bersama TPID akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan stabilitas harga menjelang akhir tahun dan awal 2026. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber: Publikasi resmi BPS Kab. Sumbawa