Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/Nopember 2025 — Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor kesehatan. Pada Tahun 2025, Kabupaten Sumbawa berhasil meraih Peringkat Kedua dalam Kepatuhan Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) dan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit, yang konsisten melakukan pelaporan dan pemantauan mutu layanan kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi ini adalah bukti bahwa sistem pelayanan kesehatan di Sumbawa semakin tertata dan terus menunjukkan peningkatan.
“Kami berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan di Sumbawa. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas layanan kesehatan masyarakat,” ujar Bupati.
Agar masyarakat memahami nilai penting dari penghargaan ini, berikut penjelasan ringkasnya:
INM adalah ukuran standar nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI untuk menilai mutu pelayanan kesehatan, meliputi:
Waktu tunggu pelayanan
Ketepatan penanganan gawat darurat
Kepatuhan clinical pathway
Mutu pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit
Penilaian berbasis data pelayanan kesehatan
Semakin lengkap dan tepat waktu laporan INM sebuah daerah, semakin baik tata kelola mutu pelayanannya.
IKP adalah sistem pelaporan terkait berbagai insiden yang berdampak pada keamanan pasien, seperti:
Near miss (kejadian nyaris cedera)
Kejadian tidak diharapkan
Kejadian sentinel
Pelaporan IKP bukan untuk menghukum tenaga kesehatan, tetapi untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali melalui sistem pembelajaran.
Ketika sebuah kabupaten mendapatkan peringkat tinggi dalam kepatuhan pelaporan INM & IKP, artinya:
Daerah tersebut serius menjaga kualitas pelayanan kesehatan
Memiliki sistem pencatatan yang baik
Fasyankesnya transparan dan proaktif
Keamanan pasien menjadi prioritas
Capaian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sumbawa bukan hanya meningkatkan fasilitas fisik kesehatan, tetapi juga memperkuat mutu layanan dan keselamatan pasien yang menjadi inti pelayanan publik.
Dengan kepatuhan pelaporan yang tinggi, Pemkab Sumbawa dapat:
Mengidentifikasi masalah layanan kesehatan lebih cepat
Menyusun kebijakan berbasis data
Memastikan setiap Puskesmas dan RS meningkatkan kualitasnya secara konsisten
Pelaporan insiden keselamatan pasien membuat tenaga kesehatan lebih:
Waspada
Konsisten mengikuti SOP
Mengembangkan budaya keselamatan pasien di seluruh fasilitas kesehatan
Kepatuhan pelaporan merupakan bentuk keterbukaan Pemda kepada publik bahwa:
Setiap kejadian dianalisis
Perbaikan dilakukan secara berkelanjutan
Tidak ada yang ditutupi dalam sistem pelayanan
Peringkat kedua tingkat provinsi menjadi stimulus bagi:
Puskesmas
Rumah sakit
Tenaga kesehatan
untuk terus bekerja lebih baik dan menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa.
Prestasi Kabupaten Sumbawa sebagai peringkat kedua kepatuhan pelaporan INM dan IKP menunjukkan bahwa daerah ini semakin maju dalam tata kelola pelayanan kesehatan.
Dengan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan kerja keras seluruh fasilitas kesehatan, masyarakat diharapkan mendapatkan layanan yang lebih aman, lebih berkualitas, dan lebih akuntabel.
Prestasi ini bukan tujuan akhir, melainkan langkah penting menuju sistem kesehatan daerah yang semakin profesional dan berdaya saing. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa
sumber: Fb Dinkes Sumbawa