Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/17 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Car Free Night (CFN) sebagai tindak lanjut pelaksanaan kegiatan yang mulai rutin digelar di pusat kota. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, yang menekankan bahwa kegiatan Car Free Night berpotensi besar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola secara optimal.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa CFN tidak hanya menjadi ruang publik bagi masyarakat untuk bersosialisasi, olahraga malam, dan menikmati UMKM lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan.
“Potensi PAD Kabupaten Sumbawa dapat digali secara maksimal melalui Car Free Night, dengan catatan pengelolaan retribusi parkir dilakukan secara tertib, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Wabup.
Beliau menambahkan bahwa penataan parkir, ketertiban pedagang, dan kenyamanan pengunjung menjadi tiga faktor penting dalam keberlanjutan kegiatan. Pemerintah daerah juga menekankan perlunya pengawasan terpadu antara OPD terkait, pengelola parkir, serta petugas ketertiban umum agar CFN berjalan lancar dan transparan.
Kegiatan evaluasi ini turut membahas aspek kebersihan, keamanan, peran UMKM, hingga potensi pengembangan ruang interaksi masyarakat pada kegiatan CFN mendatang.
(Untuk keperluan laporan internal, publikasi, dan transparansi Pemkab Sumbawa)
Evaluasi ini menjadi penting karena:
CFN telah menjadi salah satu kegiatan publik yang menyedot perhatian masyarakat.
Penataan kegiatan sangat berpengaruh pada kenyamanan warga dan stabilitas ekonomi pelaku UMKM.
Pengelolaan retribusi parkir harus transparan untuk memastikan PAD meningkat sesuai target.
Berdasarkan evaluasi, potensi PAD dapat diperoleh dari:
Retribusi parkir.
Retribusi kebersihan dan penataan pedagang.
Potensi sponsorship dan kerjasama event.
Pertumbuhan transaksi UMKM yang mendorong perputaran ekonomi daerah.
Dengan pengelolaan yang baik, CFN berpotensi menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan tanpa membebani masyarakat.
Beberapa catatan penting dari rapat evaluasi antara lain:
Masih ditemukan parkir liar atau pungutan tidak resmi.
Penataan pedagang belum sepenuhnya rapi.
Beberapa area kurang penerangan atau fasilitas kebersihan kurang memadai.
Perlu SOP yang lebih jelas bagi petugas lapangan.
Permasalahan ini menjadi fokus untuk ditindaklanjuti agar kegiatan semakin tertib dan nyaman.
Respon masyarakat terhadap CFN sejauh ini positif, terutama karena:
Menjadi tempat rekreasi murah dan aman bagi keluarga.
Menyediakan ruang promosi bagi UMKM lokal.
Menambah variasi kegiatan malam yang sehat dan produktif.
Namun publik juga mengharapkan:
Penataan parkir lebih baik.
Keamanan lebih diperketat pada jam ramai.
Kebersihan area dipastikan setelah acara berlangsung.
Agar CFN semakin optimal, beberapa rekomendasi yang dapat dijalankan:
Digitalisasi sistem retribusi parkir untuk mencegah kebocoran PAD.
Penertiban lokasi parkir resmi dan penindakan pelanggaran di lapangan.
Penguatan koordinasi OPD: Dishub, Satpol PP, DLH, Disdag, dan Dinas Pariwisata.
Penyediaan fasilitas pendukung seperti toilet umum, tempat sampah, dan penerangan.
Membentuk tim monitoring khusus untuk mengawasi jalannya kegiatan setiap minggu.
Menata ulang zonasi pedagang agar jalur pejalan kaki tetap nyaman.
Rapat evaluasi Car Free Night yang dipimpin Wakil Bupati Sumbawa menegaskan bahwa CFN bukan hanya kegiatan hiburan masyarakat, tetapi juga instrumen strategis dalam meningkatkan PAD dan menggerakkan ekonomi lokal. Dengan perbaikan manajemen parkir dan penataan kegiatan, CFN dapat menjadi ikon baru aktivitas publik yang sehat, tertib, dan bernilai ekonomi.
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa
sumber : Fb Bagian Perekonomian dan SDA