BERITA DETAIL
Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tutup Lomba Resensi Buku Lokal dan Resmikan Perpustakaan Berbasis Riset di SMA Negeri 1 Sumbawa

Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa Tutup Lomba Resensi Buku Lokal dan Resmikan Perpustakaan Berbasis Riset di SMA Negeri 1 Sumbawa

30 Oktober 2025   597

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/29 Oktober 2025 – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., secara resmi menutup Lomba Menulis Resensi Buku Lokal tingkat SMA/SMK/MA se-Pulau Sumbawa dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025, yang berlangsung di SMA Negeri 1 Sumbawa, Rabu (29/10/2025).
Turut hadir Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para guru dan siswa dari berbagai sekolah di Pulau Sumbawa.


Bangun Literasi yang Berakar pada Nilai Lokal

Dalam sambutannya, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala Sekolah dan seluruh guru SMA Negeri 1 Sumbawa yang telah menginisiasi kegiatan literasi berbasis budaya lokal tersebut.
Menurutnya, lomba resensi buku lokal bukan sekadar ajang menulis, melainkan gerakan membangun kesadaran literasi yang berpijak pada kearifan lokal.

“Lomba ini merupakan langkah nyata dalam membangun budaya literasi yang berpijak pada nilai-nilai lokal. Nilai-nilai ini sangat penting untuk menghadapi arus globalisasi yang berpotensi mengikis jati diri bangsa,” ujar Gubernur.

Gubernur juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di Sumbawa, melainkan bisa direplikasi di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi NTB.
Ia menegaskan bahwa pelestarian nilai-nilai lokal adalah kunci untuk menjaga eksistensi dan karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.


Peresmian Perpustakaan Berbasis Riset Khazanah Lokal

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB didampingi Bupati Sumbawa juga meresmikan Perpustakaan SMA Negeri 1 Sumbawa, yang mengusung konsep perpustakaan berbasis riset khazanah lokal Sumbawa.
Perpustakaan ini dirancang sebagai pusat belajar yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan umum, tetapi juga mengoleksi literatur, arsip budaya, dan hasil penelitian tentang warisan kearifan lokal dan sejarah Sumbawa.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pendidikan di SMA Negeri 1 Sumbawa.
Menurutnya, penguatan literasi lokal dan pembentukan perpustakaan berbasis riset merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan beridentitas.

“Membangun literasi lokal berarti menanamkan akar pengetahuan pada tanah tempat kita berpijak. Dari sini lahir generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara budaya dan moral,” ujar Bupati.


Ulasan dan Analisis Kegiatan

1. Penguatan Literasi sebagai Pilar Pembangunan SDM

Kegiatan ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) berbasis literasi. Literasi lokal berperan penting dalam menanamkan identitas, memperkuat nasionalisme, serta meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat daerah.

2. Sinergi Pemerintah dan Dunia Pendidikan

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Sumbawa, dan SMA Negeri 1 Sumbawa menjadi contoh sinergi yang baik dalam memperkuat gerakan literasi. Dukungan kepala daerah terhadap kegiatan pendidikan seperti ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan merupakan prioritas strategis pembangunan daerah.

3. Literasi Lokal sebagai Benteng Budaya

Melalui lomba resensi buku lokal, siswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kritis, tetapi juga didorong memahami dan mencintai budaya daerah.
Pendekatan ini penting untuk menghadapi era digital yang sarat dengan informasi global namun seringkali melunturkan nilai-nilai lokal.


Rekomendasi Kebijakan dan Tindak Lanjut

  1. Replikasi Program Literasi Lokal di Sekolah Lain
    Pemkab Sumbawa dapat menjadikan kegiatan ini sebagai model pembinaan literasi berbasis budaya lokal, dan mendorong sekolah-sekolah lain melakukan hal serupa dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

  2. Penyusunan Buku Lokal dan Arsip Digital
    Perlu dikembangkan bank data digital berisi buku, penelitian, dan dokumentasi budaya lokal agar mudah diakses oleh pelajar dan masyarakat umum.

  3. Integrasi Literasi Lokal dalam Kurikulum Sekolah
    Penguatan muatan lokal dalam kegiatan pembelajaran dapat membantu siswa lebih mengenal sejarah dan budaya daerahnya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

  4. Kolaborasi Pemerintah–Kampus–Komunitas Literasi
    Pemkab Sumbawa bersama perguruan tinggi dan komunitas literasi dapat membangun jejaring riset budaya, penerbitan lokal, serta program pelatihan menulis dan membaca kritis bagi siswa.


Kesimpulan

Kegiatan Lomba Resensi Buku Lokal dan Peresmian Perpustakaan Berbasis Riset SMA Negeri 1 Sumbawa menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kesadaran literasi dan kebanggaan terhadap nilai-nilai lokal di kalangan generasi muda.
Kolaborasi antara Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa menunjukkan komitmen bersama dalam membangun SDM berkualitas yang berakar pada budaya sendiri.

Melalui langkah konkret ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kekuatan intelektual, karakter, dan identitas generasi penerus bangsa.(KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa