BERITA DETAIL
Konser Apung “Spirit of The Sea” di Pulau Bungin Hadirkan Semangat Kreativitas dan Pelestarian Laut

Konser Apung “Spirit of The Sea” di Pulau Bungin Hadirkan Semangat Kreativitas dan Pelestarian Laut

29 Oktober 2025   554

 

 

Pulau Bungin, ppid.sumbawakab.go.id/28 Oktober 2025 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyaksikan langsung gelaran “Konser Apung Spirit of The Sea”, sebuah acara hiburan dan budaya yang digelar oleh masyarakat Pulau Bungin pada Selasa sore (28/10/2025).

Kegiatan yang dikemas dengan nuansa maritim ini menghadirkan konsep unik berupa panggung terapung di atas laut, menjadi simbol ketangguhan dan semangat masyarakat Bungin sebagai komunitas bahari yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas seni dan pemuda setempat.


Apresiasi Bupati: Bungin Menuju Desa Wisata Dunia

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan kreatif ini. Menurutnya, Konser Apung Spirit of The Sea bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata bahari di Kabupaten Sumbawa.

“Saya sangat bangga melihat kreativitas masyarakat Bungin. Saat ini berbagai program pembangunan terus kita dorong di sini — mulai dari infrastruktur dasar hingga pengembangan potensi wisata. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, saya optimistis Desa Bungin akan menjadi desa wisata yang dikenal dunia,” ungkap Bupati Jarot.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa konser apung ini dapat menjadi agenda tahunan Pemkab Sumbawa, bila terbukti memberi dampak positif bagi masyarakat dan sektor pariwisata lokal.

“Kegiatan ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus menjaga kondisi laut. Jika sukses dan membawa manfaat bagi ekonomi masyarakat, tentu kita dorong menjadi event tahunan,” tambahnya.


Makna dan Filosofi di Balik Konser Apung

Inisiator kegiatan, Tyson Sahabuddin, menjelaskan bahwa konser apung ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, dengan semangat memperkuat jati diri dan kebanggaan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Herman, A.Ma., selaku ketua penyelenggara, menyebut bahwa panggung terapung tersebut memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat Bungin — masyarakat yang dikenal tangguh, adaptif, dan bersahabat dengan laut.

“Panggung terapung ini melambangkan filosofi hidup orang Bungin: berjuang, berlayar, dan bersatu dengan laut,” jelas Herman.

Konser ini turut dimeriahkan oleh Simphony Band, paduan suara Samada, serta atraksi tradisional Gentao, yang berpadu indah dengan panorama senja Pulau Bungin. Nuansa maritim, musik, dan budaya lokal berpadu menciptakan suasana hangat, meriah, dan membanggakan.


Ulasan dan Konteks Kegiatan

1. Pemberdayaan Komunitas dan Ekonomi Kreatif Lokal

Konser Apung “Spirit of The Sea” menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas masyarakat dapat dikembangkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Event seperti ini memberi peluang bagi pelaku seni, UMKM, dan pariwisata untuk berkembang.
Kegiatan semacam ini juga memperkuat branding Pulau Bungin sebagai destinasi wisata bahari dan budaya unik dunia — dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di dunia dengan identitas masyarakat nelayan yang kuat.

2. Sinkronisasi dengan Program Pengembangan Wisata Daerah

Langkah Pemkab Sumbawa yang terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar di Pulau Bungin sejalan dengan arah kebijakan daerah menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
Dengan dukungan TPID yang telah mampu menjaga inflasi stabil dan pertumbuhan PDRB tetap positif di atas 4–6%, kegiatan berbasis pariwisata seperti konser apung dapat menjadi stimulus ekonomi nonsektor formal di wilayah pesisir.

3. Edukasi Lingkungan dan Pelestarian Laut

Pesan utama konser ini juga menyentuh aspek kesadaran ekologis. Dengan tema “Spirit of The Sea”, masyarakat diingatkan untuk menjaga laut bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga warisan budaya dan sumber kehidupan.
Kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun ekonomi biru (blue economy) yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.


Analisis dan Rekomendasi Kebijakan

  1. Penguatan Branding Bungin sebagai “Marine Cultural Village”
    Pemkab Sumbawa dapat menjadikan konser apung sebagai bagian dari kalender wisata tahunan daerah, dengan dukungan promosi digital, kolaborasi komunitas, dan keterlibatan sektor swasta.

  2. Peningkatan Infrastruktur Penunjang Wisata Bahari
    Perlu percepatan pembangunan dermaga kecil, fasilitas kebersihan, dan akses transportasi menuju Bungin agar kunjungan wisatawan meningkat dan kenyamanan wisata terjamin.

  3. Dukungan UMKM dan Ekonomi Kreatif
    Pemerintah dapat memfasilitasi pelatihan bagi pelaku UMKM lokal dalam pengemasan produk, promosi daring, serta integrasi dengan platform wisata berbasis komunitas.

  4. Kegiatan Edukasi Lingkungan Laut Berkelanjutan
    Momentum konser ini bisa dikembangkan dengan kegiatan bersih pantai, penanaman mangrove, atau lomba inovasi laut bersih untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap ekosistem laut.


Kesimpulan

Konser Apung “Spirit of The Sea” bukan sekadar acara hiburan, tetapi simbol sinergi antara budaya, ekonomi, dan pelestarian lingkungan.
Kehadiran Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kreativitas masyarakat dan memperkuat sektor pariwisata bahari berkelanjutan.

Dengan semangat kolaboratif dan dukungan masyarakat, Pulau Bungin berpotensi besar menjadi ikon wisata bahari Kabupaten Sumbawa, bahkan Nusa Tenggara Barat, yang dikenal bukan hanya karena keunikan geografisnya, tetapi juga karena jiwa maritim dan semangat kreatif masyarakatnya. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber : Fb Prokopim Sumbawa