Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/Oktober 2025 — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa merilis data Distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Pengeluaran Atas Dasar Harga Berlaku untuk tahun 2025. Berdasarkan data triwulanan, terlihat bahwa struktur perekonomian Kabupaten Sumbawa masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga sebagai komponen terbesar dalam pembentukan PDRB daerah.
| Komponen Pengeluaran | Triwulan I 2025 | Triwulan II 2025 |
|---|---|---|
| Konsumsi Akhir Rumah Tangga | 71,10% | 69,35% |
| Konsumsi Akhir Pemerintah | 12,93% | 12,19% |
| Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) | 38,81% | 36,87% |
| Lainnya | -22,85% | -18,41% |
| Total PDRB | 100% | 100% |
Porsi konsumsi rumah tangga yang mencapai lebih dari 69% pada Triwulan II 2025 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa.
Hal ini mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif stabil, didukung oleh kegiatan perdagangan, sektor pertanian, serta jasa yang masih berjalan positif.
Kendati terdapat sedikit penurunan dari 71,10% di Triwulan I menjadi 69,35% di Triwulan II, hal ini tergolong normal dan dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi pasca periode hari besar keagamaan serta dinamika harga bahan pokok.
Konsumsi pemerintah menurun tipis dari 12,93% menjadi 12,19%, sejalan dengan pola umum belanja daerah yang biasanya meningkat pada pertengahan hingga akhir tahun.
Hal ini menunjukkan bahwa belanja pemerintah tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah, terutama melalui program pembangunan infrastruktur, subsidi pertanian, dan kegiatan sosial masyarakat.
Nilai PMTB yang tercatat 38,81% pada Triwulan I dan 36,87% pada Triwulan II menandakan bahwa aktivitas investasi dan pembangunan fisik masih berjalan baik.
PMTB mencakup kegiatan seperti pembangunan gedung, infrastruktur jalan, perumahan, hingga investasi alat produksi oleh sektor swasta maupun pemerintah.
Meski mengalami sedikit koreksi, tren ini tetap menunjukkan optimisme investor dan keberlanjutan proyek-proyek strategis di Sumbawa, terutama di sektor pertanian modern, perikanan, dan pariwisata.
Kategori “lainnya” yang bernilai negatif (-22,85% menjadi -18,41%) mencerminkan komponen seperti ekspor-impor antar daerah dan perubahan inventori.
Nilai negatif ini umum terjadi pada daerah dengan ketergantungan tinggi terhadap pasokan luar daerah, namun juga menunjukkan adanya peningkatan konsumsi domestik — artinya, barang-barang lokal semakin banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah nilai total seluruh barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah tertentu dalam periode tertentu.
Dengan kata lain, PDRB mencerminkan kinerja ekonomi daerah dan menjadi tolok ukur utama kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Struktur pengeluaran PDRB Kabupaten Sumbawa yang didominasi konsumsi rumah tangga menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada daya beli masyarakat dan aktivitas sektor riil seperti perdagangan, pertanian, dan jasa.
Berdasarkan hasil analisis data PDRB triwulan I–II 2025, berikut beberapa rekomendasi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan:
Meningkatkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menjaga daya beli, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor informal.
Mendorong percepatan realisasi belanja pemerintah daerah agar dapat memberi stimulus ekonomi lebih awal, terutama di sektor padat karya.
Menarik investasi baru di sektor unggulan seperti pertanian terpadu, energi terbarukan, dan pariwisata berbasis alam.
Memperkuat konektivitas antarwilayah melalui perbaikan infrastruktur logistik agar biaya distribusi barang menurun.
Meningkatkan kapasitas produksi lokal agar ketergantungan terhadap pasokan luar daerah berkurang, memperkuat ekonomi mandiri.
Secara keseluruhan, data PDRB Kabupaten Sumbawa Triwulan I–II 2025 menunjukkan bahwa fundamental ekonomi daerah berada dalam kondisi stabil dan sehat.
Konsumsi masyarakat yang kuat, dukungan pemerintah yang konsisten, serta aktivitas investasi yang terus berjalan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan penguatan kebijakan pada sektor produktif dan peningkatan efisiensi belanja daerah, Kabupaten Sumbawa berpotensi menjaga pertumbuhan ekonomi positif hingga akhir tahun 2025. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa
sumber : Data Publikasi BPS Sumbawa