BERITA DETAIL
Ekonomi Kabupaten Sumbawa Tetap Tumbuh Positif, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Ekonomi Kabupaten Sumbawa Tetap Tumbuh Positif, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

28 Oktober 2025   535

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/Oktober 2025 — Perekonomian Kabupaten Sumbawa sepanjang semester pertama tahun 2025 masih mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun menunjukkan tren perlambatan di Triwulan II. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa yang dirilis per 12 September 2025, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 6,32 persen pada Triwulan I, dan melambat menjadi 2,39 persen pada Triwulan II.

Perlambatan ini masih berada dalam konteks yang wajar, mengingat adanya faktor musiman dan penyesuaian kebijakan fiskal nasional yang berdampak terhadap konsumsi dan investasi daerah. Namun demikian, indikator ekonomi menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Sumbawa tetap solid, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang stabil dan mulai pulihnya pembentukan modal tetap bruto (PMTB).


Kinerja Komponen Pengeluaran PDRB Kabupaten Sumbawa 2025

  1. Konsumsi Akhir Rumah Tangga (4,08%)
    Konsumsi masyarakat tetap stabil pada level 4,08 persen baik pada Triwulan I maupun Triwulan II 2025. Angka ini menandakan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga, didorong oleh stabilitas harga kebutuhan pokok, peningkatan aktivitas perdagangan, dan pergerakan ekonomi di tingkat desa melalui BUMDes dan UMKM.

  2. Konsumsi Akhir Pemerintah (-0,02%)
    Sektor konsumsi pemerintah mengalami perlambatan signifikan pada Triwulan II 2025 setelah mencatat pertumbuhan 5,19 persen pada Triwulan I. Penurunan ini terjadi karena adanya penyesuaian realisasi anggaran dan transisi menuju kegiatan belanja produktif di semester kedua.

  3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB): 0,27%
    Setelah mengalami kontraksi -1,02 persen pada Triwulan I, sektor investasi mulai pulih dengan pertumbuhan 0,27 persen di Triwulan II 2025. Hal ini menandakan adanya pergerakan investasi konstruksi dan pengadaan alat produksi baru, terutama di sektor pertanian, jasa konstruksi, dan industri pengolahan kecil.

  4. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB): 2,39%
    Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa di Triwulan II 2025 tercatat 2,39 persen (y-on-y). Meskipun melambat dibanding Triwulan I, capaian ini tetap menunjukkan arah pertumbuhan positif dan berkelanjutan.


Interpretasi dan Analisis Ekonomi

1. Konsumsi Rumah Tangga Menjadi Tulang Punggung Ekonomi

Stabilitas konsumsi rumah tangga menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergairah. Faktor seperti peningkatan harga hasil pertanian, aktivitas perdagangan lokal, dan program bantuan sosial pemerintah turut menjaga daya beli masyarakat.

2. Konsumsi Pemerintah Berfluktuasi

Perlambatan konsumsi pemerintah di Triwulan II bersifat temporer, karena pada paruh pertama tahun anggaran biasanya terdapat proses penyesuaian administrasi dan penyusunan program lanjutan. Rebound konsumsi pemerintah diharapkan terjadi pada Triwulan III seiring percepatan realisasi proyek fisik dan kegiatan pelayanan publik.

3. Pemulihan Investasi Mulai Terlihat

Kenaikan PMTB dari negatif ke positif menunjukkan pemulihan minat investasi, baik dari sektor swasta maupun pemerintah. Proyek infrastruktur daerah dan investasi di sektor pertanian modern menjadi faktor pendorong utama.

4. Perlunya Dorongan Sektor Riil

Meskipun pertumbuhan masih positif, perlambatan PDRB menandakan bahwa sektor riil perlu didorong lebih kuat, terutama melalui peningkatan produktivitas UMKM, penguatan industri olahan lokal, dan digitalisasi sektor ekonomi masyarakat.


Arah Kebijakan dan Rekomendasi Pemkab Sumbawa

Berdasarkan tren ekonomi semester pertama 2025, beberapa arah kebijakan yang dapat ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa antara lain:

  1. Mendorong Belanja Pemerintah yang Lebih Produktif
    Fokus pada program infrastruktur, pertanian, dan ekonomi kreatif untuk menjaga momentum pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja baru.

  2. Meningkatkan Investasi dan Kemudahan Berusaha
    Pemkab perlu memperkuat iklim investasi daerah melalui penyederhanaan perizinan, promosi potensi unggulan daerah, dan kemitraan publik-swasta.

  3. Memperkuat Daya Beli dan Stabilitas Harga
    Melalui kebijakan pengendalian inflasi daerah, operasi pasar, dan pemberdayaan ekonomi berbasis desa.

  4. Mengembangkan Ekonomi Hijau dan Inklusif
    Dorong sektor lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan (seperti bank sampah, pertanian organik, dan energi terbarukan) sebagai pilar ekonomi masa depan.


Kesimpulan

Meskipun terjadi perlambatan pada Triwulan II 2025, ekonomi Kabupaten Sumbawa tetap berada pada jalur pertumbuhan positif. Stabilitas konsumsi masyarakat dan mulai pulihnya investasi menjadi sinyal optimisme terhadap prospek ekonomi daerah ke depan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen menjaga momentum ini melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat, memperkuat sektor produktif, serta memperluas lapangan kerja demi mewujudkan “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.” (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber data : Publikasi BPS Sumbawa