BERITA DETAIL
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumbawa Triwulan II 2025 Tetap Positif, Didorong Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Sumbawa Triwulan II 2025 Tetap Positif, Didorong Konsumsi Rumah Tangga dan Pemerintah

28 Oktober 2025   626

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/Oktober 2025 — Perekonomian Kabupaten Sumbawa menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang semester pertama tahun 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa pada Triwulan II 2025 tercatat sebesar 4,26 persen (c-to-c), meskipun sedikit melambat dibanding Triwulan I 2025 yang tumbuh 6,32 persen.

Data ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat tetap tumbuh dan produktif, meskipun menghadapi tantangan eksternal seperti ketidakpastian harga komoditas dan dinamika fiskal nasional.


Kinerja Komponen Pengeluaran PDRB

BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Sumbawa pada periode tersebut dipengaruhi oleh beberapa komponen utama pengeluaran:

  1. Konsumsi Akhir Rumah Tangga (RT):
    Tetap stabil pada 4,08 persen di Triwulan II 2025. Angka ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga, didukung oleh stabilitas harga bahan pokok dan meningkatnya aktivitas sektor perdagangan serta pariwisata lokal.

  2. Konsumsi Akhir Pemerintah:
    Mencatat pertumbuhan 2,52 persen, melambat dari 5,19 persen pada Triwulan I. Perlambatan ini disebabkan oleh penyesuaian belanja daerah pasca realisasi awal tahun, namun masih memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

  3. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB):
    Mengalami kontraksi -0,37 persen, meskipun sedikit membaik dari Triwulan I yang turun -1,02 persen. Hal ini menandakan investasi fisik dan konstruksi mulai pulih secara bertahap, seiring dengan proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang kembali berjalan.

  4. Komponen Lainnya:
    Masih dalam proses penghitungan, namun diperkirakan turut berkontribusi melalui peningkatan ekspor lokal dan aktivitas ekonomi masyarakat di sektor informal.


Pertumbuhan Masih Lebih Tinggi dari Rata-Rata Provinsi

Dengan pertumbuhan PDRB 4,26 persen pada Triwulan II 2025, ekonomi Sumbawa tetap berada di atas rata-rata beberapa kabupaten lain di Nusa Tenggara Barat (NTB). Capaian ini memperlihatkan ketahanan ekonomi daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan, terutama dari sektor perdagangan, pertanian, dan jasa pemerintahan.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi daerah diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, mendorong investasi lokal, dan menjaga stabilitas konsumsi masyarakat.


Ulasan dan Analisis

1. Stabilitas Konsumsi Rumah Tangga

Konsumsi rumah tangga yang stabil di angka 4,08 persen menjadi penopang utama ekonomi daerah. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kemampuan konsumsi yang baik, terutama didukung oleh:

  • peredaran uang dari aktivitas pertanian dan perdagangan,

  • bantuan sosial dan subsidi pemerintah, serta

  • peningkatan pariwisata domestik di kawasan Sumbawa.

2. Perlambatan Konsumsi Pemerintah

Meskipun melambat, konsumsi pemerintah tetap berperan menjaga aktivitas ekonomi. Belanja daerah di semester II diharapkan meningkat seiring pelaksanaan proyek fisik dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

3. Investasi Masih Lemah, Perlu Stimulus

Kontraksi pada PMTB menandakan perlunya dorongan investasi yang lebih kuat, baik dari swasta maupun pemerintah. Pemkab Sumbawa perlu mempercepat perizinan investasi, memberikan insentif usaha, dan memperluas kemitraan dengan pelaku industri strategis.


Arah Kebijakan dan Rekomendasi untuk Pemerintah Daerah

Berdasarkan capaian semester pertama 2025, berikut rekomendasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan Pemkab Sumbawa:

  1. Meningkatkan Belanja Produktif Daerah
    Fokus pada program padat karya, pembangunan infrastruktur dasar, dan penguatan UMKM untuk menjaga sirkulasi ekonomi lokal.

  2. Memperkuat Investasi Daerah
    Dorong percepatan proyek-proyek investasi sektor unggulan seperti pertanian, peternakan, pariwisata, dan energi terbarukan, dengan memastikan kepastian regulasi dan kemudahan berusaha.

  3. Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli
    Melalui pengawasan distribusi bahan pokok, subsidi transportasi barang, serta sinergi dengan BUMDes dan koperasi lokal.

  4. Memperkuat Ekonomi Hijau dan Inovatif
    Mengembangkan kegiatan ekonomi yang berbasis kelestarian lingkungan, seperti bank sampah, ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah bernilai tambah.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, ekonomi Kabupaten Sumbawa sepanjang semester pertama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan positif dan stabil, dengan daya beli masyarakat yang terjaga serta kinerja fiskal pemerintah yang tetap sehat.
Namun, tantangan ke depan adalah meningkatkan investasi dan produktivitas sektor riil, agar pertumbuhan ekonomi dapat berkelanjutan dan inklusif hingga akhir tahun.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen menjaga momentum ini melalui kebijakan pro-rakyat, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.” (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber data : Publikasi BPS Sumbawa