BERITA DETAIL
Pemkab Sumbawa Dorong Pembentukan Bank Sampah sebagai Langkah Nyata Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Pemkab Sumbawa Dorong Pembentukan Bank Sampah sebagai Langkah Nyata Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

28 Oktober 2025   591

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/27 Oktober 2025 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Pertemuan Pembentukan Bank Sampah Kabupaten Sumbawa, yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (27/10/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH). Tujuannya, memperkuat strategi pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat di tingkat kabupaten.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Wilayah II Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Kepala DLH Kabupaten Sumbawa, serta para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Sumbawa. Secara daring, hadir pula Kepala Pengendali Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc., yang memberikan arahan dan apresiasi terhadap langkah nyata Pemkab Sumbawa.


Potensi Sumbawa Menuju Target Nasional Pengelolaan Sampah

Dalam arahannya, Ni Nyoman Santi menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar dalam mendukung target nasional pengelolaan sampah sebesar 51,2% pada akhir tahun 2025, dan menuju 100% pada 2026.

“Jumlah timbulan sampah di Kabupaten Sumbawa mencapai 77 ribu ton per tahun, dan sekitar 60 hingga 70 persen di antaranya merupakan sampah organik yang sebenarnya mudah diolah menjadi kompos,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini baru sekitar 5 persen sampah di Sumbawa yang tertangani secara terpola. Karena itu, optimalisasi peran Bank Sampah menjadi kunci pengelolaan sampah non-organik yang lebih efektif.

“Sekolah dan rumah tangga harus menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan kesadaran memilah dan mengelola sampah sejak dini. Banyak Bank Sampah yang sudah terbentuk, tapi belum berjalan optimal. Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini berkelanjutan,” tegas Ni Nyoman Santi.


Wabup Ansori: “Sampah Bukan Sekadar Kebersihan, Tapi Soal Masa Depan”

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dianggap remeh.

“Kita tidak sadar, sejak bangun tidur hingga tidur kembali, selalu menghasilkan sampah. Pertemuan ini membangunkan kita semua bahwa sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan, lingkungan, bahkan masa depan anak cucu kita,” ujar Wabup Ansori.

Ia mengaku prihatin terhadap data yang menunjukkan bahwa pengendalian sampah di Kabupaten Sumbawa baru mencapai sekitar 5 persen, dan meminta agar segera dibentuk tim teknis khusus untuk mengawal pengelolaan sampah secara terpadu dan berkelanjutan.

“Mulai hari ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan turun langsung memantau progres di lapangan. Sampah harus dikelola setiap hari — di rumah tangga, sekolah, maupun kantor. Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Wabup juga menyoroti dampak buruk penumpukan sampah terhadap kesehatan masyarakat dan potensi banjir akibat saluran tersumbat. Ia menutup sambutannya dengan pesan optimistis:

“Saya ingin melihat Sumbawa bersih, sehat, dan masyarakatnya maju, unggul, serta sejahtera. Pulang dari sini, kita semua harus langsung bekerja.”


Materi Teknis dan Strategi Penguatan Bank Sampah

Acara dilanjutkan dengan paparan dari:

  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, ST., MT., dan

  • Kepala Bidang Wilayah II Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Dony Arif Wibowo, S.Hut., M.Sc.

Keduanya membahas strategi pembentukan dan penguatan Bank Sampah, termasuk sistem insentif masyarakat, integrasi dengan kebijakan pengelolaan sampah desa, serta pemanfaatan teknologi dalam monitoring pengumpulan dan daur ulang.


Ulasan dan Makna Kegiatan

Pertemuan ini menjadi langkah strategis Pemkab Sumbawa dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan Bank Sampah, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah rumah tangga.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Sumbawa Bersih, Unggul, dan Sejahtera, serta mendukung agenda nasional pengurangan sampah menuju Indonesia Bebas Sampah 2025.

Kehadiran Wakil Bupati secara langsung mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk turun tangan secara konkret, tidak hanya mengimbau tetapi juga memastikan program berjalan hingga tingkat desa dan sekolah.


Kesimpulan

Langkah Pemkab Sumbawa membentuk dan memperkuat Bank Sampah merupakan:

  1. Bukti komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan berbasis partisipasi masyarakat.

  2. Langkah nyata dalam mendukung target nasional pengelolaan sampah 100% tahun 2026.

  3. Upaya sinergis lintas sektor antara pemerintah daerah, KLHK, lembaga pendidikan, dan masyarakat.


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber : Fb Prokopim Sumbawa