BERITA DETAIL
Bupati Sumbawa Buka Bimtek dan Latihan Gabungan Satpol PP se-NTB, Tekankan Ketegasan Berwibawa dan Berhati Nurani

Bupati Sumbawa Buka Bimtek dan Latihan Gabungan Satpol PP se-NTB, Tekankan Ketegasan Berwibawa dan Berhati Nurani

23 Oktober 2025   678

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/23 Oktober 2025 —Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., membuka secara resmi Bimbingan Teknis dan Latihan Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (23/10/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta peserta bimtek yang berasal dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati Jarot: Satpol PP Harus Tegas, Santun, dan Menjadi Teladan

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa peran Satpol PP tidak sekadar penegak peraturan daerah, melainkan juga simbol ketertiban, kedisiplinan, dan keteladanan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formal, tetapi momentum penting untuk meneguhkan kembali jati diri Satpol PP sebagai aparat penegak peraturan daerah dan penjaga ketertiban umum,” ujar Bupati Jarot.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa ketegasan tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

“Harus tegas, tetapi juga santun; harus disiplin, tetapi juga komunikatif. Satpol PP bukan hanya pelaksana aturan, tetapi juga penjaga harmoni sosial,” tambahnya.

Menurut Bupati Jarot, kegiatan bimbingan teknis dan latihan gabungan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kapasitas profesional dan integritas Satpol PP sebagai aparatur sipil negara yang tangguh, beretika, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ia berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat agar manfaatnya dapat langsung diterapkan di lapangan.

“Satpol PP adalah wajah pemerintah daerah di mata masyarakat. Maka jadilah aparat yang berwibawa, humanis, dan mengayomi,” tutup Bupati.

Kasat Pol PP: Bentuk Kedisiplinan dan Jiwa Korsa

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan bimtek ini bertujuan untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, serta memperkuat jiwa korsa antaranggota Satpol PP, baik dari Kabupaten Sumbawa maupun Kabupaten Sumbawa Barat.

“Melalui latihan gabungan ini, kita tingkatkan profesionalisme dan sinergitas Satpol PP menuju aparatur yang tertib dan tangguh,” ujar Abdul Haris.

Ia menyebutkan bahwa jumlah peserta mencapai 100 orang, terdiri atas 69 anggota Satpol PP Kabupaten Sumbawa dan 31 anggota Satpol PP Kabupaten Sumbawa Barat.
Materi bimtek meliputi pelatihan fisik, peningkatan kemampuan teknis penegakan perda, manajemen pengendalian massa, serta pembinaan mental dan etika aparatur.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Satpol PP Provinsi NTB, Satpol PP Kabupaten Sumbawa, Satpol PP Sumbawa Barat, dan Kodim 1607 Sumbawa.

Simbol Sinergi: Penyerahan Mobil Pengendalian Massa

Sebagai wujud dukungan Pemerintah Daerah terhadap peningkatan sarana operasional Satpol PP, Bupati Jarot juga menyerahkan satu unit mobil pengendalian massa kepada Kepala Satpol PP Kabupaten Sumbawa.
Kendaraan operasional ini diharapkan memperkuat kemampuan Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah, dan merespons cepat setiap potensi gangguan keamanan lingkungan.


Ulasan dan Analisis Kegiatan

1. Signifikansi Kegiatan

Kegiatan Bimtek dan Latihan Gabungan Satpol PP ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat kapasitas kelembagaan aparat penegak perda.
Latihan bersama lintas kabupaten (Sumbawa dan Sumbawa Barat) memperluas jejaring koordinasi serta menumbuhkan jiwa korsa dan sinergi lintas wilayah, terutama dalam menghadapi situasi sosial yang dinamis.

2. Analisis Dampak dan Relevansi

Dalam konteks pemerintahan daerah, Satpol PP memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial, menegakkan kebijakan publik, serta menjadi ujung tombak pelayanan ketertiban umum.
Kegiatan seperti ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika pelayanan publik, yang kini menjadi tuntutan masyarakat terhadap aparat daerah.

Kehadiran Bupati secara langsung memperlihatkan dukungan moral dan politis terhadap peningkatan profesionalisme Satpol PP, sekaligus memperkuat legitimasi publik bahwa Satpol PP bukan sekadar aparat penertiban, tetapi juga pelindung masyarakat.

3. Kritik dan Catatan

Meskipun kegiatan ini positif, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan:

  • Kegiatan pelatihan perlu dikaitkan dengan isu lokal spesifik. Misalnya, pengendalian pedagang kaki lima, penertiban reklame ilegal, dan mitigasi konflik sosial yang khas di wilayah Sumbawa.

  • Perlu indikator pasca-pelatihan. Evaluasi kinerja pasca-bimtek harus dilakukan secara berkala untuk memastikan ilmu dan keterampilan yang didapat diterapkan dalam tugas harian.

  • Optimalisasi sarana digital dan dokumentasi. Satpol PP perlu memanfaatkan media sosial dan portal informasi untuk menampilkan kegiatan humanis, agar persepsi publik terhadap Satpol PP semakin positif.

4. Rekomendasi Kebijakan

Untuk memperkuat dampak kegiatan ini, beberapa langkah strategis direkomendasikan:

  1. Membangun sistem pelatihan berkelanjutan dengan modul berbasis kompetensi dan evaluasi kinerja individual.

  2. Mendorong kolaborasi Satpol PP dengan lembaga pendidikan, TNI-Polri, dan tokoh masyarakat dalam penyuluhan penegakan perda secara partisipatif.

  3. Membangun unit “Satpol PP Ramah Masyarakat” yang bertugas khusus menangani aduan publik dengan pendekatan persuasif dan komunikasi yang humanis.

  4. Mengembangkan dashboard digital “E-Satpol Sumbawa” untuk memantau kegiatan penegakan perda secara real-time dan transparan.


Kesimpulan

Kegiatan Bimbingan Teknis dan Latihan Gabungan Satpol PP se-NTB di Kabupaten Sumbawa merupakan langkah konkret dalam mewujudkan aparatur yang profesional, tangguh, dan berkarakter humanis.
Dukungan langsung Bupati Sumbawa terhadap peningkatan kapasitas Satpol PP menegaskan komitmen Pemkab dalam membangun aparatur daerah yang tidak hanya tegas dalam menegakkan aturan, tetapi juga bijaksana dalam menjaga ketertiban dan kedamaian masyarakat.

Melalui pelatihan, sinergi lintas kabupaten, dan penguatan sarana operasional, Satpol PP Kabupaten Sumbawa kini diarahkan menjadi “penegak perda berwibawa yang berpihak pada kemaslahatan rakyat.” (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa