Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/23 Oktober 2025 — Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 7 Januari 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Sumbawa tercatat 13,34 tahun pada tahun 2024. Angka ini berarti bahwa anak-anak usia sekolah di Sumbawa diproyeksikan dapat mengenyam pendidikan hingga setara kelas XII SMA atau semester pertama perguruan tinggi jika pola partisipasi pendidikan saat ini terus berlanjut.
Meski menunjukkan capaian yang baik, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat (13,98 tahun) dan juga sedikit di atas rata-rata nasional (13,21 tahun). Dengan demikian, Sumbawa menempati posisi menengah dalam capaian pendidikan di tingkat regional dan nasional.
Data ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus tantangan dalam menjaga keberlanjutan partisipasi belajar di tingkat menengah dan tinggi.
Capaian Positif dalam Skala Nasional
Harapan Lama Sekolah (13,34 tahun) menunjukkan bahwa secara umum anak-anak di Kabupaten Sumbawa memiliki peluang untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA dan sebagian memasuki perguruan tinggi. Angka ini menunjukkan kemajuan dibandingkan satu dekade lalu, di mana HLS Sumbawa masih berada di kisaran 12 tahun.
Masih Tertinggal dari Rata-rata Provinsi NTB
Dengan selisih 0,64 tahun di bawah rata-rata Provinsi NTB (13,98 tahun), data ini menandakan bahwa Sumbawa masih menghadapi tantangan dalam pemerataan pendidikan tingkat menengah dan tinggi. Kabupaten/kota lain di NTB seperti Mataram dan Lombok Barat mencatat HLS lebih tinggi karena faktor akses ke sekolah menengah dan perguruan tinggi lebih baik.
Keterkaitan dengan Faktor Ekonomi dan Infrastruktur
Rendahnya Harapan Lama Sekolah di beberapa wilayah kecamatan di Sumbawa dipengaruhi oleh jarak sekolah menengah atas yang jauh, kondisi ekonomi keluarga, serta keterbatasan sarana transportasi. Banyak siswa dari desa harus menempuh perjalanan panjang ke pusat kecamatan, sehingga berisiko menurunkan motivasi melanjutkan sekolah.
Korelasi dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
Jika dibandingkan dengan Rata-rata Lama Sekolah (8,59 tahun) di tahun yang sama, terlihat adanya gap sekitar 4,75 tahun, yang berarti masih banyak anak-anak yang belum menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK meskipun secara harapan (proyeksi) mereka berpotensi untuk melanjutkan ke sana. Ini menjadi indikator bahwa partisipasi pendidikan menengah belum sepenuhnya optimal.
Masih Lemahnya Akses Pendidikan Menengah dan Tinggi di Daerah Pesisir dan Pedalaman
Pemerintah daerah perlu memperluas pembangunan unit sekolah baru (USB) di wilayah terpencil dan kepulauan seperti Labuhan Badas, Tarano, dan Batulanteh. Banyak pelajar di wilayah ini masih harus menempuh jarak 10–20 km untuk ke sekolah menengah atas.
Kurangnya Fasilitas dan Program Beasiswa Berkelanjutan
Program beasiswa daerah masih terfokus pada mahasiswa berprestasi, sementara dukungan bagi siswa menengah ke bawah secara ekonomi masih terbatas. Pemerintah perlu memperluas skema beasiswa berbasis keluarga miskin agar anak-anak tidak berhenti sekolah karena alasan biaya.
Rendahnya Daya Serap Perguruan Tinggi di Kabupaten Sumbawa
Meski terdapat Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan beberapa kampus swasta, daya serap mahasiswa lokal masih di bawah 40% dari total lulusan SMA/SMK. Ini menunjukkan perlunya sinergi antara Pemda, kampus, dan dunia industri untuk menciptakan jalur pendidikan yang lebih menarik dan aplikatif.
Belum Optimalnya Integrasi Pendidikan Vokasional dengan Dunia Kerja
Banyak lulusan SMK yang belum terserap di pasar kerja lokal. Pemerintah daerah perlu memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri lokal di sektor perikanan, pariwisata, dan pertanian.
Pemerataan Pembangunan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di Setiap Kecamatan.
Pemberian insentif dan fasilitas bagi guru di daerah terpencil.
Penguatan program beasiswa afirmatif berbasis keluarga miskin dan daerah 3T.
Peningkatan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka kelas jarak jauh (PJJ) dan beasiswa lokal.
Digitalisasi pendidikan dan perluasan jaringan internet sekolah sebagai bagian dari transformasi Sumbawa Smart Education.
Secara umum, Harapan Lama Sekolah 13,34 tahun di Kabupaten Sumbawa merupakan capaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan progres signifikan dalam upaya mencerdaskan masyarakat. Namun, kesenjangan dengan provinsi dan nasional menandakan perlunya kebijakan yang lebih inklusif, berbasis wilayah, dan responsif terhadap tantangan sosial ekonomi lokal.
Dengan langkah yang tepat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berpotensi meningkatkan HLS di atas 14 tahun dalam dua tahun ke depan, menuju visi besar daerah “Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera” yang berlandaskan sumber daya manusia berkualitas. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa