Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/18 Oktober 2025 — Kabupaten Sumbawa kembali menjadi pusat perhatian nasional. Kali ini, tiga pejabat tinggi negara yakni Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dan Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, melakukan kunjungan kerja ke Sumbawa, didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal beserta jajaran.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III Sumbawa. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dandim 1607/Sumbawa, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah pusat dalam memperkuat pertahanan nasional berbasis kewilayahan.
“Pemerintah sedang membangun 150 batalyon di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Batalyon 835 di Kabupaten Sumbawa, yang akan menjadi titik kuat pertahanan rakyat semesta,” ungkap Menhan.
Ia menekankan bahwa konsep pertahanan semesta hanya akan berhasil jika TNI dan rakyat bersatu, saling mendukung, serta sama-sama memiliki kesadaran bela negara.
“Para prajurit harus bisa menyatu dengan masyarakat, berdisiplin, rajin berlatih, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan di mana mereka bertugas,” tegasnya.
Menhan juga menjelaskan bahwa Batalyon 835 bukan sekadar satuan militer tempur, tetapi batalyon teritorial yang dilengkapi dengan berbagai kompi fungsional, antara lain:
Kompi Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan,
Kompi Konstruksi untuk pembangunan infrastruktur desa,
Kompi Peternakan,
Kompi Kesehatan, dan
Kompi Sosial untuk pelayanan kemasyarakatan.
Oleh karena itu, kunjungan ini juga melibatkan Menteri Kesehatan RI, guna melakukan koordinasi teknis terkait penguatan fasilitas kesehatan di lingkungan batalyon, khususnya untuk pengembangan kompi kesehatan yang akan melayani prajurit dan masyarakat sekitar.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam kesempatan yang sama menyatakan dukungannya terhadap integrasi fungsi kesehatan dalam satuan pertahanan daerah.
“Pembangunan pertahanan tidak boleh terlepas dari aspek kesehatan masyarakat. Kami siap mendukung dari sisi fasilitas dan tenaga medis agar kompi kesehatan ini benar-benar berfungsi sebagai bagian dari pelayanan publik di daerah,” ujar Menkes.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah pemerintah pusat dalam memperkuat sistem pertahanan berbasis masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa siap bersinergi, baik dari sisi penyediaan lahan, dukungan infrastruktur, maupun kolaborasi lintas sektor agar program ini berjalan optimal. Ini bukan hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.
Bupati Jarot menilai bahwa kehadiran Batalyon 835 dengan kompi-kompi fungsionalnya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Sumbawa, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan kesehatan masyarakat.
Kunjungan tiga pejabat tinggi negara ke Kabupaten Sumbawa menunjukkan tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap posisi strategis Sumbawa dalam konteks pertahanan dan pembangunan nasional.
Kehadiran Batalyon 835 akan memperkuat posisi Sumbawa sebagai wilayah pendukung sistem pertahanan pulau besar Indonesia bagian tengah dan juga mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur NTB.
Ekonomi Lokal: Aktivitas Batalyon 835 dengan kompi fungsional akan membuka lapangan kerja baru, mendorong ekonomi desa, dan memperkuat ketahanan pangan.
Kesehatan dan Sosial: Kompi kesehatan akan menjadi unit penting dalam memperluas layanan kesehatan di wilayah terpencil, selaras dengan misi Pemkab untuk memperkuat layanan dasar masyarakat.
Pertahanan Wilayah: Meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan keamanan daerah, terutama di wilayah strategis yang berbatasan dengan jalur laut.
Meski strategis, implementasi program pertahanan teritorial ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
Beberapa tantangan yang perlu diantisipasi:
Penguatan tata ruang agar pembangunan infrastruktur militer tidak tumpang tindih dengan kawasan produktif masyarakat.
Penyesuaian anggaran daerah untuk mendukung fasilitas umum di sekitar lokasi batalyon.
Pembinaan sosial bagi masyarakat agar partisipatif dalam kegiatan pertahanan semesta.
Menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Dukungan Batalyon 835, yang mencakup sinergi lintas-OPD (Pertanian, Kesehatan, PUPR, dan Sosial).
Mengembangkan program “Desa Mitra Batalyon”, sebagai model kolaborasi sosial-ekonomi antara masyarakat dan TNI.
Meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk penempatan tenaga medis di kompi kesehatan batalyon.
Menetapkan kawasan sekitar batalyon sebagai zona pengembangan ekonomi produktif (agrowisata, peternakan, dan UMKM binaan).
Mendorong literasi kebangsaan dan bela negara di sekolah-sekolah, dengan dukungan TNI dan Pemda untuk memperkuat semangat nasionalisme generasi muda.
Kunjungan Menhan, Menkes, dan Panglima TNI ke Kabupaten Sumbawa merupakan momentum strategis bagi daerah ini untuk memperkuat sinergi pusat-daerah dalam bidang pertahanan, kesehatan, dan pembangunan sosial-ekonomi.
Melalui kehadiran Batalyon 835 yang berorientasi ganda — militer dan kemasyarakatan — Sumbawa berpotensi menjadi model integrasi pembangunan pertahanan semesta dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Indonesia bagian timur. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa