BERITA DETAIL
Menteri PU Tegaskan Kembali  Komitmen Pemerintah Terhadap Rencana Pembangunan Bendungan Kerekeh

Menteri PU Tegaskan Kembali Komitmen Pemerintah Terhadap Rencana Pembangunan Bendungan Kerekeh

20 Oktober 2025   114

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/19 Oktober 2025 — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.PE, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumbawa, didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, serta Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dan Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung sejumlah proyek strategis nasional yang berdampak besar terhadap pembangunan daerah, antara lain Bendungan Beringin Sila, rencana Bendungan Kerekeh, serta beberapa ruas jalan prioritas yang menjadi usulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa, khususnya wilayah selatan yang selama ini menghadapi kendala aksesibilitas akibat kondisi jalan yang rusak.
“Dari lima ruas jalan yang diusulkan oleh Bupati, tiga di antaranya akan segera direalisasikan. Dua lainnya sedang dalam proses evaluasi teknis dan diharapkan dapat dilanjutkan setelah hasil kajian rampung,” jelas Menteri Dody.

Selain meninjau ruas jalan dan lokasi rencana pembangunan Bendungan Kerekeh, rombongan juga mengunjungi Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan — salah satu proyek strategis nasional yang kini telah beroperasi. Bendungan ini memiliki luas layanan irigasi 3.500 hektare, dengan manfaat tambahan berupa air baku 76 liter per detik, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (1,4 MW), serta reduksi banjir sebesar 85 meter kubik per detik atau 32,7% dari debit maksimum banjir tahunan.

Dari sisi pertanian, keberadaan bendungan ini telah meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 130% menjadi 280%, memungkinkan petani menanam hingga tiga kali setahun (padi–padi–palawija).
Namun demikian, Menteri PU mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lahan di sekitar bendungan agar tidak terjadi sedimentasi akibat penebangan hutan dan alih fungsi lahan untuk jagung di daerah perbukitan.
“Kawasan sekitar bendungan seharusnya menjadi daerah resapan. Kalau ditanami jagung di lereng-lereng curam, tanah akan terbawa air hujan dan mempercepat pendangkalan bendungan. Ini perlu perhatian bersama,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyatakan komitmen penuh Pemkab Sumbawa untuk menindaklanjuti arahan Menteri dengan langkah konkret.
“Kami akan bekerja sama dengan aparat desa, kecamatan, dan masyarakat untuk menertibkan aktivitas pertanian jagung di kawasan hulu bendungan, serta memperkuat program rehabilitasi hutan dan lahan,” ujar Bupati Jarot.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, melainkan juga oleh dukungan daerah dan masyarakat.
“Pemerataan pembangunan di Lombok dan Sumbawa adalah prioritas. Infrastruktur seperti bendungan, jalan, dan sekolah rakyat harus menjadi pengungkit kemajuan ekonomi masyarakat,” jelas Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PU juga menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap pembangunan Bendungan Kerekeh di Kecamatan Unter Iwes, yang saat ini tengah dalam tahap kajian teknis oleh Direktorat Sumber Daya Air (SDA). Bendungan tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi pertanian di wilayah tengah Sumbawa dan mengendalikan banjir di sepanjang aliran Sungai Kerekeh.

Kementerian PU juga berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa, melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian sedimen, dan pelibatan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dalam pengelolaan daerah tangkapan air (DTA).

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Ulasan dan Analisis Kebijakan

1. Makna Strategis Kunjungan

Kunjungan Menteri PU ini menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa kini menjadi bagian penting dari peta pembangunan nasional, khususnya dalam hal infrastruktur sumber daya air dan jaringan jalan. Hal ini sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 yang menekankan pemerataan pembangunan antarwilayah.

2. Dampak Ekonomi dan Sosial

  • Sektor pertanian akan merasakan dampak langsung melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.

  • Dampak sosial-ekonomi juga akan meluas melalui penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan dan peningkatan akses masyarakat ke wilayah produktif.

3. Implikasi Lingkungan dan Tata Ruang

Arahan Menteri PU terkait pengendalian lahan di sekitar bendungan menjadi catatan penting bagi Pemkab Sumbawa untuk memperkuat kebijakan pengelolaan ruang dan lingkungan hidup.
Rekomendasi kebijakan yang perlu dikembangkan meliputi:

  • Penetapan zona perlindungan bendungan (buffer zone) di sekitar Beringin Sila dan Kerekeh.

  • Penguatan program reboisasi partisipatif melalui kolaborasi lintas OPD dan masyarakat.

4. Rekomendasi Kebijakan untuk Pemkab Sumbawa

  1. Meningkatkan koordinasi lintas sektor antara Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Lingkungan Hidup dalam perencanaan pembangunan berbasis DAS.

  2. Menetapkan Peraturan Bupati tentang pengendalian aktivitas pertanian di kawasan resapan bendungan.

  3. Mengembangkan sistem monitoring berbasis GIS (Geographic Information System) untuk memantau perubahan lahan di sekitar kawasan bendungan secara periodik.

  4. Melibatkan masyarakat lokal dan kelompok tani hutan dalam program konservasi lahan melalui skema ekonomi hijau (green economy).

  5. Mendorong literasi publik mengenai pentingnya pelestarian ekosistem bendungan melalui kampanye digital dan edukasi masyarakat.


Kesimpulan

Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum RI ke Kabupaten Sumbawa bukan sekadar agenda kerja, melainkan bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah. Melalui sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten, diharapkan proyek strategis seperti Bendungan Beringin Sila dan Kerekeh dapat menjadi fondasi kuat bagi kemandirian pangan, ketahanan air, serta kesejahteraan masyarakat Sumbawa. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa