Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/7 Oktober 2025 — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, kembali menunjukkan kepedulian dan aksi nyata terhadap warga kurang mampu. Pada Selasa (7/10/2025), Wabup turun langsung ke Dusun Dete Atas, Desa Dete, Kecamatan Lape, untuk meninjau kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) milik Masnawati, seorang janda yang hidup sebatang kara dengan kondisi rumah yang memprihatinkan.
Melihat langsung situasi tersebut, Wabup H. Ansori menegaskan bahwa rumah tersebut akan segera diperbaiki melalui program RTLH Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan (APBD-P) Tahun 2025.
“Alhamdulillah, rumah Ibu Masnawati akan dibangun baru dengan total biaya sebesar Rp20 juta, terdiri dari Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk ongkos tukang. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan agar beliau bisa tinggal dengan lebih layak dan nyaman,” ujar Wabup Ansori.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi oleh Camat Lape, Kepala Desa Dete, serta perwakilan Dinas PRKP Kabupaten Sumbawa.
Selain meninjau kondisi rumah, Wabup juga berdialog langsung dengan warga sekitar untuk memastikan program bantuan pemerintah tepat sasaran.
Wabup Ansori menekankan pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam mendata warga miskin agar mereka tidak terlewat dalam program bantuan sosial daerah.
“Saya minta perangkat desa untuk terus aktif mendata dan mengusulkan warga miskin yang membutuhkan bantuan perumahan. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan setiap warga bisa hidup layak,” tegasnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Sumbawa untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni yang digalakkan secara berkelanjutan di seluruh kecamatan.
Kunjungan ke rumah Masnawati dilakukan setelah Wabup Ansori meninjau korban kebakaran di Kelurahan Pekat, Karang Cemes, pada hari yang sama.
Kedua kegiatan tersebut mencerminkan pola kepemimpinan yang cepat tanggap, dekat dengan rakyat, dan menempatkan kemanusiaan sebagai prioritas.
“Pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih. Ini bentuk nyata komitmen kami untuk membangun Sumbawa yang berkeadilan sosial,” ujarnya.
Wabup juga menegaskan bahwa setiap program bantuan sosial merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus amanah untuk mensejahterakan masyarakat.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat warga hidup dalam kesulitan. Setiap bantuan yang kami salurkan adalah amanah rakyat yang harus dijalankan dengan tanggung jawab,” tandasnya.
Tindakan cepat Wabup Ansori meninjau langsung kondisi rumah warga menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi hadir di lapangan untuk mendengarkan langsung suara rakyat.
Program perbaikan RTLH ini merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem Kabupaten Sumbawa.
Pendekatan ini tidak sekadar memberikan bantuan sementara, tetapi membangun pondasi sosial-ekonomi dengan menyediakan hunian layak sebagai hak dasar warga.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemkab, camat, dan pemerintah desa agar setiap kebijakan sosial berjalan tepat sasaran.
Dengan sinergi ini, program RTLH diharapkan dapat mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ini memperkuat citra Pemkab Sumbawa sebagai pemerintahan yang humanis, empatik, dan cepat tanggap.
Respons langsung terhadap warga miskin dan korban musibah memperlihatkan pendekatan kepemimpinan berbasis pelayanan publik dan moral sosial.
Percepatan Realisasi Program RTLH 2025
Segera lakukan verifikasi lapangan dan pencairan dana bantuan agar penerima manfaat dapat segera menikmati hasilnya sebelum akhir tahun anggaran.
Pemetaan Data Warga Rentan
Dinas PRKP bekerja sama dengan Dinas Sosial dan pemerintah desa untuk memperbarui basis data warga miskin dan rumah tidak layak huni melalui sistem digital berbasis geolokasi.
Publikasi Transparan dan Partisipatif
Publikasikan progres program RTLH melalui kanal resmi Pemkab (PPID, media sosial, dan website) agar masyarakat mengetahui bentuk nyata bantuan pemerintah.
Integrasi dengan Program Pemberdayaan Ekonomi
Setelah menerima bantuan rumah, penerima manfaat juga diarahkan mengikuti program bantuan usaha mikro, pelatihan kerja, atau bantuan sosial produktif agar tidak kembali pada kondisi rentan.
Kunjungan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, ke rumah warga miskin di Desa Dete bukan sekadar simbol kepedulian, melainkan bukti konkret komitmen Pemkab Sumbawa dalam mewujudkan pemerintahan yang hadir untuk rakyat.
Melalui langkah-langkah cepat, koordinasi lintas sektor, dan komitmen moral yang kuat, pemerintah daerah menunjukkan bahwa setiap kebijakan sosial dijalankan dengan empati dan tanggung jawab.
“Pemerintah yang sejati adalah yang hadir di saat rakyatnya membutuhkan,” ujar Wabup Ansori — menegaskan makna kepemimpinan yang melayani, bukan dilayani.
Dengan semangat tersebut, Sumbawa terus melangkah menuju daerah yang sejahtera, berkeadilan sosial, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat bawah. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa