Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/6 Oktober 2025 — Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menekan angka kemiskinan menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, persentase penduduk miskin pada Maret 2025 turun menjadi 11,79 persen, menurun 1,08 poin dibanding Maret 2024 yang tercatat sebesar 12,87 persen.
Penurunan ini setara dengan pengurangan sekitar 4.770 jiwa penduduk miskin, sehingga total penduduk miskin di Kabupaten Sumbawa kini berada di angka 58,23 ribu orang. Hasil ini menempatkan Sumbawa sebagai salah satu daerah dengan penurunan kemiskinan tercepat di Provinsi Nusa Tenggara Barat sepanjang 2024–2025.
“Ini adalah capaian kerja bersama seluruh elemen daerah. Pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha telah berkolaborasi menjaga daya beli dan memperluas kesempatan kerja,” ujar Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat menanggapi laporan resmi tersebut.
BPS mencatat bahwa penurunan kemiskinan di Sumbawa dipengaruhi oleh tiga faktor utama:
Deflasi (m-to-m) sebesar -0,39% pada awal tahun 2025 yang menurunkan tekanan harga kebutuhan pokok.
Pertumbuhan ekonomi positif sebesar 6,32% (year-on-year) pada triwulan I tahun 2025 yang menunjukkan kuatnya sektor riil, terutama pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
Program intervensi kemiskinan yang efektif, meliputi subsidi pertanian, perbaikan rumah layak huni, bantuan sosial produktif, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.
Garis Kemiskinan di Kabupaten Sumbawa pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp492.991 per kapita per bulan, naik 3,18% dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan biaya kebutuhan pokok, tetapi masih diimbangi dengan peningkatan penghasilan masyarakat.
BPS juga mencatat bahwa beras masih menjadi komoditas dengan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan, yaitu:
26,72% di wilayah perkotaan
31,99% di wilayah perdesaan
Selain itu, rokok kretek filter, telur ayam ras, dan daging ayam ras turut memberi kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga miskin.
Bukan hanya dari sisi jumlah, kualitas kesejahteraan masyarakat miskin di Sumbawa juga membaik.
BPS melaporkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 1,98 menjadi 1,61, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,53 menjadi 0,35.
Artinya, ketimpangan pengeluaran antarpenduduk miskin semakin kecil dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar meningkat.
“Penurunan ini menandakan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa tidak hanya berhasil mengurangi jumlah orang miskin, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan,” ungkap Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin.
Dalam skala provinsi, Kabupaten Sumbawa kini berada di bawah rata-rata kemiskinan NTB yang tercatat 11,78%.
Angka kemiskinan Sumbawa (11,79%) menempatkannya di peringkat ke-5 terendah dari 10 kabupaten/kota di NTB.
Untuk konteks, Kabupaten Lombok Utara masih memiliki tingkat kemiskinan tertinggi (20,74%), sedangkan Kota Mataram memiliki tingkat kemiskinan terendah (7,15%).
Capaian ini menjadi indikator bahwa kebijakan Pemkab Sumbawa dalam penguatan sektor ekonomi rakyat, ketahanan pangan, dan reformasi sosial berjalan pada arah yang tepat.
Penurunan kemiskinan yang disertai turunnya indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumbawa bersifat inklusif — menyentuh lapisan masyarakat terbawah.
Namun demikian, kenaikan garis kemiskinan juga memberi sinyal perlunya pengendalian harga bahan pokok dan efisiensi konsumsi rumah tangga agar daya beli tetap stabil.
Fokus pada pemberdayaan ekonomi produktif
Perluasan akses modal bagi UMKM dan kelompok tani, serta penguatan koperasi desa.
Pengendalian harga bahan pokok
Perkuat sinergi antara Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, dan pelaku pasar lokal.
Pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal
Optimalisasi sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata untuk memperluas lapangan kerja.
Percepatan digitalisasi layanan bantuan sosial dan data kemiskinan
Agar distribusi program tepat sasaran dan menghindari duplikasi penerima.
Pemantauan periodik dan komunikasi publik terbuka
Publikasi rutin capaian ekonomi dan kemiskinan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Data BPS Maret 2025 menjadi bukti konkret bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil mengarahkan kebijakan pembangunan secara efektif dan berkeadilan.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kabupaten Sumbawa semakin mendekati visinya:
“Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera” — di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berpihak pada rakyat kecil. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa