Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/September 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menetapkan sejumlah target pembangunan untuk Tahun Anggaran 2026. Penetapan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab Sumbawa dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
Berdasarkan dokumen perencanaan, terdapat delapan indikator utama pembangunan yang akan dicapai di tahun 2026, di antaranya:
Pertumbuhan Ekonomi: 5,15%
Tingkat Pengangguran Terbuka: 2,17%
Penurunan Kemiskinan: 10,86%
Rasio Gini: 0,299
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 73,91
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup: 76,80
Indeks Ketahanan Pangan: 88,24%
PDRB per Kapita (harga berlaku): Rp38,996 juta
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan bahwa target-target tersebut merupakan hasil kajian strategis yang berlandaskan data dan aspirasi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Target 2026 ini menjadi arah kebijakan yang jelas untuk kita bersama,” tegasnya.
Selain indikator pembangunan, Pemkab Sumbawa juga menetapkan target pendapatan daerah sebesar Rp2,47 triliun dengan komposisi sebagai berikut:
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp249,67 miliar (10,11%)
Pendapatan Transfer: Rp2,17 triliun (87,85%)
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah: Rp41,65 miliar (2,04%)
Bupati menambahkan, meski kontribusi PAD masih relatif kecil, upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi daerah akan terus dilakukan agar kemandirian fiskal daerah semakin meningkat.
“Pendapatan transfer dari pusat masih menjadi penopang terbesar, namun kita ingin Sumbawa semakin mandiri dengan mengoptimalkan sektor unggulan daerah, seperti pertanian, peternakan, pariwisata, hingga UMKM,” pungkasnya.
Target pertumbuhan ekonomi 5,15% dengan pengendalian pengangguran (2,17%) dan penurunan kemiskinan (10,86%) menunjukkan fokus pemerintah pada pembangunan inklusif yang tidak hanya mendorong angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasilnya dirasakan masyarakat.
Rasio Gini 0,299 menandakan upaya menekan kesenjangan.
IPM 73,91 mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.
Indeks Ketahanan Pangan 88,24% menegaskan keseriusan menjaga kemandirian pangan daerah.
Dengan target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 76,80, Pemkab berkomitmen menjaga keseimbangan pembangunan dengan kelestarian alam, relevan dengan kondisi hutan dan sumber daya Sumbawa yang kritis.
Komposisi pendapatan menunjukkan ketergantungan tinggi pada transfer pusat (87,85%). Upaya peningkatan PAD menjadi pekerjaan rumah penting, terutama dengan digitalisasi pajak, optimalisasi aset, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Jika target tercapai: Sumbawa akan semakin kompetitif dengan kualitas SDM meningkat, kemiskinan berkurang, serta lingkungan hidup terjaga.
Jika target gagal tercapai: akan berimplikasi pada beban fiskal daerah, meningkatnya kesenjangan sosial, dan kerentanan ekonomi masyarakat. (KH74)
artikel ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa