Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/13-5-2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sehat, aman, dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Rapat Koordinasi Satgas MBG serta Sosialisasi Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik dan Pengelolaan Sampah yang digelar di Kabupaten Sumbawa, Selasa (13/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama jajaran perangkat daerah, tim Satgas MBG, serta berbagai pihak terkait dalam pengelolaan sanitasi dan lingkungan.
Dalam keterangannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada tersedianya makanan bagi masyarakat, tetapi juga harus didukung sistem pengelolaan lingkungan yang sehat dan aman.
Menurut Bupati, aspek sanitasi, pengelolaan limbah dapur, hingga kesiapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Program ini bukan sekadar menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya berjalan sehat, bersih, aman, dan tidak menimbulkan dampak lingkungan di tengah masyarakat,” ujar Bupati H. Jarot.
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah bersama lintas sektor membahas berbagai standar teknis pengelolaan limbah domestik dan sampah dari operasional dapur MBG.
Hal ini penting mengingat aktivitas dapur dalam skala besar berpotensi menghasilkan limbah cair, sampah organik, maupun sampah anorganik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesehatan dan lingkungan sekitar.
Karena itu, Pemkab Sumbawa mulai mendorong penerapan sistem pengelolaan limbah yang lebih modern, tertata, dan ramah lingkungan, termasuk penggunaan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada fasilitas pelayanan MBG.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan bahwa setiap satuan pelayanan memiliki sistem sanitasi yang memenuhi standar kesehatan agar kualitas makanan dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Bupati Sumbawa menilai koordinasi lintas sektor sangat penting agar pelaksanaan program pemerintah tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik harus menjadi bagian dari budaya pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa.
“Melalui koordinasi ini, kita ingin membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih tertata, modern, dan ramah kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah saat ini tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan keberlanjutan.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun di balik program tersebut, ada tantangan besar yang harus dipersiapkan secara serius oleh pemerintah daerah.
Salah satunya adalah persoalan pengelolaan limbah dan sanitasi.
Jika operasional dapur MBG tidak dibarengi sistem pengelolaan sampah dan limbah yang baik, maka justru dapat memunculkan persoalan baru seperti pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan masyarakat.
Karena itu, langkah Pemkab Sumbawa melakukan sosialisasi dan penguatan standar teknologi pengolahan limbah menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan secara sehat dan berkelanjutan.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa keberhasilan program pemerintah bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa ingin memastikan bahwa pelayanan publik yang dibangun tidak hanya bermanfaat hari ini, tetapi juga tetap menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan untuk masa depan masyarakat Sumbawa. (KH74)