Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/5-2026 — Kualitas kesehatan masyarakat Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Kabupaten Sumbawa tercatat mencapai 73,07 tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di angka 72,60 tahun.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah dengan tingkat usia harapan hidup tertinggi di Provinsi NTB.
Dalam perbandingan kabupaten/kota se-NTB, Kota Mataram masih berada di posisi tertinggi dengan usia harapan hidup sebesar 75,12 tahun, disusul Kota Bima 73,45 tahun, Kabupaten Sumbawa Barat 73,44 tahun, dan Kabupaten Sumbawa di posisi berikutnya dengan 73,07 tahun.
Sementara beberapa daerah lain masih berada di bawah capaian Kabupaten Sumbawa, seperti Lombok Timur 72,29 tahun, Kabupaten Bima 72,22 tahun, Dompu 72,09 tahun, Lombok Tengah 71,89 tahun, dan Lombok Utara 71,88 tahun.
Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Sumbawa relatif lebih baik dibanding sebagian besar daerah di NTB.
Usia Harapan Hidup (UHH) merupakan perkiraan rata-rata lamanya hidup seseorang sejak lahir apabila pola kesehatan, tingkat kematian, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat tetap berlangsung seperti saat ini.
Secara sederhana, semakin tinggi angka usia harapan hidup suatu daerah, maka semakin baik pula kualitas kesehatan masyarakatnya.
UHH menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia karena berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan, kualitas gizi masyarakat, lingkungan sehat, sanitasi, pendidikan, hingga tingkat kesejahteraan masyarakat.
Meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Sumbawa tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi merupakan hasil dari berbagai upaya pembangunan yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.
Berbagai program kesehatan dasar, peningkatan layanan puskesmas, perluasan akses BPJS kesehatan, penanganan stunting, pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan imunisasi, hingga penguatan sanitasi dan air bersih menjadi bagian penting yang ikut memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Selain sektor kesehatan, peningkatan pendidikan, ekonomi masyarakat, serta kesadaran hidup sehat juga menjadi faktor yang turut mendukung meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke wilayah desa dan pelosok agar masyarakat mendapatkan akses layanan yang lebih mudah dan merata.
Meski capaian usia harapan hidup Kabupaten Sumbawa tergolong baik dan berada di atas rata-rata NTB, pemerintah daerah tetap menghadapi sejumlah tantangan besar ke depan.
Masih terdapat kesenjangan akses pelayanan kesehatan di beberapa wilayah terpencil, keterbatasan tenaga kesehatan, persoalan gizi masyarakat, hingga ancaman penyakit tidak menular yang terus meningkat.
Karena itu, keberhasilan usia harapan hidup tidak cukup hanya diukur dari panjang umur masyarakat, tetapi juga harus dibarengi dengan kualitas hidup yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa masyarakat yang hidup lebih lama juga memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik, lingkungan yang sehat, serta kondisi ekonomi yang mendukung.
Selain itu, perubahan pola hidup masyarakat modern juga menjadi tantangan baru. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung mulai meningkat akibat pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat.
Karena itu, pembangunan kesehatan ke depan tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga penguatan edukasi hidup sehat, pencegahan penyakit, olahraga masyarakat, serta peningkatan kualitas lingkungan.
Capaian usia harapan hidup ini menjadi gambaran bahwa pembangunan manusia di Kabupaten Sumbawa terus bergerak ke arah yang positif. Namun pemerintah daerah juga dituntut untuk menjaga konsistensi pelayanan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat secara merata. (KH74)