Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/5/2026 — Kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Sumbawa dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren yang terus membaik. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Kabupaten Sumbawa dari tahun ke tahun sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Tahun 2021–2025.
Berdasarkan data tersebut, rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Sumbawa pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp9,167 juta per tahun. Angka itu kemudian meningkat menjadi Rp9,598 juta pada tahun 2022, naik lagi menjadi Rp9,981 juta pada tahun 2023, lalu mencapai Rp10,349 juta pada tahun 2024, dan terus meningkat menjadi Rp10,716 juta pada tahun 2025.
Secara umum, peningkatan pengeluaran per kapita tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan daya beli masyarakat mulai membaik.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Sumbawa masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Pada tahun 2025 misalnya, rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat NTB tercatat sebesar Rp11,922 juta per tahun, sedangkan Kabupaten Sumbawa berada di angka Rp10,716 juta. Selisih tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang perlu diperkuat dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Adapun perkembangan rata-rata pengeluaran per kapita Kabupaten Sumbawa dibandingkan Provinsi NTB selama lima tahun terakhir yakni:
Tahun 2021: Sumbawa Rp9,167 juta | NTB Rp10,377 juta
Tahun 2022: Sumbawa Rp9,598 juta | NTB Rp10,681 juta
Tahun 2023: Sumbawa Rp9,981 juta | NTB Rp11,095 juta
Tahun 2024: Sumbawa Rp10,349 juta | NTB Rp11,606 juta
Tahun 2025: Sumbawa Rp10,716 juta | NTB Rp11,922 juta
Peningkatan pengeluaran masyarakat tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa, perputaran ekonomi daerah, hingga meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat dari tahun ke tahun.
Pengeluaran per kapita merupakan rata-rata biaya yang dikeluarkan penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu tahun, baik kebutuhan makanan maupun nonmakanan seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, listrik, komunikasi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Indikator ini sering digunakan untuk melihat gambaran tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin tinggi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya, maka secara umum kondisi ekonominya dinilai semakin baik.
Namun demikian, kenaikan pengeluaran juga perlu dilihat secara hati-hati. Sebab peningkatan pengeluaran tidak selalu berarti masyarakat semakin sejahtera. Dalam kondisi tertentu, pengeluaran bisa meningkat karena harga kebutuhan pokok ikut naik atau inflasi.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa peningkatan pengeluaran masyarakat benar-benar diiringi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi daerah, mulai dari penguatan sektor pertanian, UMKM, perdagangan, investasi daerah, pengembangan koperasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Berbagai program seperti penguatan hilirisasi pertanian, pengembangan koperasi desa, peningkatan investasi, penguatan sektor pariwisata, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara lebih merata.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong stabilitas harga dan pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.
Meningkatnya pengeluaran masyarakat memang menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun tantangan terbesar pemerintah ke depan bukan hanya bagaimana membuat angka pengeluaran meningkat, melainkan memastikan masyarakat benar-benar memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Karena dalam kenyataannya, masih banyak masyarakat yang pengeluarannya meningkat bukan karena pendapatan bertambah, tetapi karena harga kebutuhan hidup yang terus naik.
Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat kecil, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan pekerja informal yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Penguatan lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, akses pasar hasil pertanian, serta peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat menjadi kunci penting agar peningkatan pengeluaran masyarakat benar-benar mencerminkan peningkatan kesejahteraan.
Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya terlihat baik di atas data statistik, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Sumbawa. (KH74)