BERITA DETAIL
Dari Perca Jadi Karya: PKK Sumbawa Dorong Kre Alang Naik Kelas Lewat Inovasi

Dari Perca Jadi Karya: PKK Sumbawa Dorong Kre Alang Naik Kelas Lewat Inovasi

16 April 2026   4

 

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/15 April 2026 — Di tengah geliat modernisasi, upaya menjaga warisan budaya terus dilakukan dengan cara-cara kreatif. Salah satunya terlihat dalam Workshop Pelatihan Produk Inovatif dari Perca Tenun Kre Alang yang dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE.

Bertempat di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumbawa, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang lahirnya ide-ide baru dari tangan-tangan kreatif masyarakat.

Dengan penuh semangat, Ketua TP PKK menegaskan bahwa Kre Alang bukan sekadar kain tradisional, melainkan identitas yang melekat pada masyarakat Samawa.

“Ini bukan hanya soal kain, ini tentang siapa kita. Kre Alang adalah identitas yang harus kita jaga dan hidupkan,” ujarnya.

Namun yang menarik, fokus kegiatan ini justru bukan pada kain utuh, melainkan pada perca atau sisa kain yang selama ini sering terabaikan.

Di tangan kreatif, potongan kecil tersebut justru menjadi peluang besar.

Workshop ini mengajak peserta—yang terdiri dari kader PKK dan pelaku UMKM—untuk melihat limbah tekstil sebagai sumber nilai ekonomi baru. Dari sekadar bros hingga berbagai produk turunan lainnya, Kre Alang mulai “naik kelas” menjadi produk kreatif yang siap bersaing di pasar.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajakan nyata untuk mencintai produk lokal dan mendukung para pengrajin daerah.

Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, workshop ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


ULASAN STRATEGIS (PERSPEKTIF KEBIJAKAN & PUBLIK)

1. Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal

Kegiatan ini menunjukkan arah pembangunan yang tidak hanya fokus pada industri besar, tetapi juga pada:

  • Produk berbasis kearifan lokal

  • Penguatan UMKM

  • Penciptaan nilai tambah dari sumber daya yang ada

Kre Alang diposisikan bukan hanya sebagai budaya, tetapi sebagai aset ekonomi.


2. Limbah Jadi Peluang (Circular Economy)

Pemanfaatan perca mencerminkan pendekatan ekonomi sirkular.

Dampaknya:

  • Mengurangi limbah tekstil

  • Meningkatkan efisiensi bahan

  • Membuka peluang usaha baru

Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi.


3. Pemberdayaan Perempuan sebagai Motor Ekonomi

Keterlibatan TP PKK menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam:

  • Penguatan ekonomi keluarga

  • Pengembangan UMKM

  • Pelestarian budaya

Ini selaras dengan pembangunan inklusif berbasis komunitas.


4. Pelestarian Budaya yang Adaptif

Pendekatan inovatif membuat budaya tetap relevan.

Artinya:

  • Tradisi tidak hanya dijaga, tetapi dikembangkan

  • Produk budaya bisa mengikuti tren pasar

  • Generasi muda lebih tertarik untuk terlibat


5. Transparansi & Keterbukaan Program

Publikasi kegiatan ini menjadi bagian dari transparansi pemerintah dalam:

  • Menyampaikan program pemberdayaan masyarakat

  • Memberikan informasi kepada publik

  • Mengajak partisipasi masyarakat luas


PESAN PUBLIK (GAYA AJAKAN)

Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar pelatihan.

Ini adalah gerakan:

  • Menjaga identitas

  • Menggerakkan ekonomi

  • Mengubah cara pandang

Dari yang dianggap “sisa”, menjadi sesuatu yang bernilai.


KESIMPULAN

Workshop ini menegaskan bahwa pembangunan daerah dapat dimulai dari hal sederhana:

  • Dari perca menjadi produk

  • Dari kreativitas menjadi ekonomi

  • Dari budaya menjadi kebanggaan

Jika terus dikembangkan, Kre Alang bukan hanya bertahan, tetapi akan berkembang sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi Sumbawa. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber: Fb Prokopim Sumbawa