Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/7 April 2026 — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi membuka kegiatan Pemusatan Latihan Kabupaten (PELATKAB) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sumbawa tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Sekretaris KONI Provinsi NTB, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, kepala OPD terkait, para pelatih, official, serta para atlet peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa keberhasilan atlet tidak terlepas dari kedisiplinan dan kerja keras yang konsisten.
“Menjadi atlet itu tidak mudah, kita harus bangun pagi-pagi, latihan saat orang beristirahat, menahan lelah, dan menahan cinta,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa orientasi pembinaan olahraga tidak semata-mata pada perolehan medali, tetapi lebih pada pembentukan karakter atlet yang unggul.
“Target kita bukan soal medali, tetapi bagaimana Sumbawa memiliki atlet-atlet berkelas yang beretos kerja tinggi dan menjunjung sportifitas,” tegasnya.
PELATKAB ini diikuti oleh 51 cabang olahraga dengan total 758 nomor pertandingan. Bupati berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.
Ia juga menegaskan bahwa PORPROV bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses menuju target yang lebih besar, yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2028.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., dalam laporannya menyampaikan kesiapan kontingen Sumbawa.
Kabupaten Sumbawa direncanakan akan mengirimkan sebanyak 460 atlet, 135 official, dengan total 610 kontingen yang akan bertanding pada 38 cabang olahraga.
“Kami berharap seluruh masyarakat ikut terlibat memberikan dukungan dan semangat kepada para atlet. Tanpa dukungan bersama, capaian maksimal akan sulit diraih,” ujarnya.
Rafiq juga menambahkan bahwa komposisi atlet Sumbawa didominasi oleh putra daerah.
“Sebanyak 99% atlet merupakan atlet lokal, hanya 1% dari luar daerah. Ini menunjukkan komitmen kita dalam membina potensi daerah,” jelasnya.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan para atlet Sumbawa mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
PELATKAB menjadi indikator kuat bahwa Pemkab Sumbawa mendorong sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan, bukan instan. Fakta bahwa 99% atlet adalah lokal menunjukkan keberpihakan pada pembangunan SDM daerah.Ini penting untuk:
Mengurangi ketergantungan pada atlet luar daerah
Membangun kebanggaan dan identitas daerah
Menjamin keberlanjutan prestasi jangka panjang
Pernyataan Bupati yang menekankan etos kerja dan sportifitas dibanding sekadar medali menunjukkan pergeseran paradigma pembangunan olahraga.
Dampaknya:
Atlet tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter
Olahraga menjadi bagian dari pembangunan mental generasi muda
Mengurangi praktik instan (rekrut atlet luar tanpa pembinaan)
PORPROV diposisikan sebagai tahapan strategis menuju PON 2028, bukan tujuan akhir.
Artinya:
Ada roadmap pembinaan yang jelas
Evaluasi performa atlet bisa dilakukan sejak level provinsi
Pemerintah daerah mulai berpikir dalam kerangka jangka panjang
Ajakan Ketua KONI agar masyarakat ikut mendukung menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya urusan pemerintah.
Dukungan publik dapat berupa:
Moral (dukungan, publikasi, kebanggaan daerah)
Sosial (komunitas, event lokal)
Ekonomi (sponsor, UMKM pendukung event olahraga)
Publikasi data seperti:
Jumlah atlet: 460 orang
Official: 135 orang
Total kontingen: 610 orang
Cabang olahraga: 38 cabor
Ini penting sebagai bentuk:
Transparansi penggunaan anggaran
Akuntabilitas program pembinaan
Informasi terbuka kepada masyarakat
PELATKAB Kabupaten Sumbawa bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pembangunan olahraga daerah yang berorientasi pada:
Pembinaan atlet lokal
Penguatan karakter generasi muda
Persiapan berjenjang menuju level nasional
Keterlibatan publik secara luas
Jika konsisten dijalankan, langkah ini berpotensi menjadikan Sumbawa sebagai salah satu kekuatan olahraga baru di Nusa Tenggara Barat. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa