BERITA DETAIL
Pemkab Sumbawa Paparkan Capaian Kinerja 2025, IPM Meningkat dan Kemiskinan Menurun dari Baseline 2024

Pemkab Sumbawa Paparkan Capaian Kinerja 2025, IPM Meningkat dan Kemiskinan Menurun dari Baseline 2024

01 April 2026   153

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/April 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Jarot–Ansori terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pembangunan berbasis data dan terukur. Hal ini tercermin dari perbandingan capaian indikator pembangunan tahun 2025 terhadap baseline tahun 2024 yang dijadikan titik awal pengukuran kinerja.

Berdasarkan data yang dirilis, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan dari 72,36 pada tahun 2024 menjadi 73,27 pada tahun 2025, melampaui target yang ditetapkan sebesar 73,09 dengan capaian kinerja mencapai 100,25 persen.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan dari 12,87 persen pada tahun 2024 menjadi 11,79 persen pada tahun 2025, juga melampaui target sebesar 11,83 persen dengan capaian 100,34 persen. Penurunan ini menjadi indikator penting bahwa kebijakan yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi masih berada pada angka 3,12 persen, sama dengan kondisi baseline tahun 2024 dan belum mencapai target 4,08 persen. Capaian ini berada pada angka 76,47 persen, dengan catatan bahwa data yang digunakan masih bersifat sementara.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa seluruh capaian ini merupakan bagian dari proses pembangunan yang terus berjalan, di mana beberapa indikator telah menunjukkan hasil positif, sementara lainnya masih memerlukan penguatan kebijakan dan strategi ke depan.

Dengan mempublikasikan data secara terbuka, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkembangan kinerja pembangunan daerah.


Ulasan: Kinerja Terukur, Progres Nyata Meski Bertahap

Jika dilihat dari pendekatan perbandingan terhadap baseline 2024, kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan arah yang cukup positif, khususnya pada indikator pembangunan manusia dan penurunan kemiskinan.

Peningkatan IPM menandakan adanya perbaikan pada aspek dasar kehidupan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Sementara itu, penurunan angka kemiskinan menjadi indikator bahwa program-program yang dijalankan mulai menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Namun demikian, capaian pada sektor pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Belum tercapainya target pertumbuhan ekonomi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari kondisi regional, nasional, maupun dinamika ekonomi global.

Dalam konteks ini, penting untuk dipahami bahwa pembangunan daerah merupakan proses bertahap, terutama mengingat tahun 2025 merupakan fase awal pemerintahan Jarot–Ansori. Beberapa indikator yang sudah melampaui target menjadi sinyal positif, sementara indikator yang belum tercapai menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Yang tidak kalah penting, keterbukaan informasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya menyampaikan capaian yang baik, tetapi juga menunjukkan secara jujur indikator yang masih perlu ditingkatkan.

Dengan pendekatan berbasis data dan transparansi, masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah secara lebih objektif. Ke depan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber : Bapperida Kab. Sumbawa