BERITA DETAIL
Inflasi Kabupaten Sumbawa Februari 2026 Tercatat 4,88 Persen (Year-on-Year)

Inflasi Kabupaten Sumbawa Februari 2026 Tercatat 4,88 Persen (Year-on-Year)

13 Maret 2026   9

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/13-3-2026 – Perkembangan harga barang dan jasa di Kabupaten Sumbawa pada Februari 2026 menunjukkan adanya kenaikan tingkat inflasi secara tahunan. Berdasarkan rilis resmi dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa, inflasi Year-on-Year (YoY) pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,60.

Selain inflasi tahunan, data tersebut juga mencatat inflasi Month-to-Month (M-to-M) atau secara bulanan pada Februari 2026 sebesar 0,67 persen, sementara inflasi Year-to-Date (Y-to-D) sejak awal tahun hingga Februari mencapai 1,47 persen.

Perbandingan dengan Januari 2026

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu Januari 2026, tingkat inflasi di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan.

Pada Januari 2026, inflasi Year-on-Year tercatat sebesar 3,77 persen, sedangkan pada Februari 2026 meningkat menjadi 4,88 persen.

Sementara itu, inflasi bulanan juga masih menunjukkan kenaikan harga, meskipun sedikit lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Pada Januari 2026 inflasi Month-to-Month tercatat 0,80 persen, sedangkan pada Februari 2026 sebesar 0,67 persen.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih terjadi, meskipun laju kenaikan harga bulanan relatif lebih terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.

Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi

Beberapa kelompok pengeluaran memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan di Kabupaten Sumbawa pada Februari 2026, antara lain:

  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sekitar 1,93 persen

  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya sekitar 1,54 persen

  • Makanan, minuman dan tembakau sekitar 1,23 persen

Sementara itu, kelompok pengeluaran lain memberikan kontribusi yang relatif kecil, seperti:

  • Pakaian dan alas kaki sekitar 0,06 persen

  • Pendidikan sekitar 0,05 persen

  • Kesehatan sekitar 0,02 persen

  • Transportasi sekitar 0,01 persen

  • Penyediaan makanan dan minuman/restoran sekitar 0,03 persen

Adapun kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan serta rekreasi, olahraga dan budaya tercatat tidak memberikan andil inflasi pada periode tersebut.

Perbandingan Inflasi di NTB

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tingkat inflasi Kabupaten Sumbawa berada di bawah inflasi Kota Bima yang tercatat sebesar 6,40 persen, namun masih mencerminkan adanya peningkatan tekanan harga di wilayah tersebut.


Ulasan: Dinamika Inflasi dan Pentingnya Stabilitas Harga

Perkembangan inflasi pada Februari 2026 menunjukkan bahwa dinamika harga kebutuhan masyarakat masih dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, terutama pada sektor perumahan serta kebutuhan rumah tangga.

Jika dibandingkan dengan Januari 2026, kenaikan inflasi tahunan dari 3,77 persen menjadi 4,88 persen menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga pada sejumlah komoditas.

Namun demikian, inflasi bulanan yang sedikit menurun dari 0,80 persen pada Januari menjadi 0,67 persen pada Februari menunjukkan bahwa laju kenaikan harga masih berada dalam kondisi yang relatif terkendali.

Data inflasi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam memantau kondisi ekonomi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan daya beli, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta distribusi barang dan jasa.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, informasi mengenai perkembangan inflasi ini menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah-langkah kebijakan daerah guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat.

Melalui publikasi data ekonomi daerah secara terbuka, masyarakat diharapkan dapat mengetahui perkembangan kondisi ekonomi di daerah sebagai bagian dari upaya mendorong transparansi informasi publik serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. (KH74)