BERITA DETAIL
Inflasi Kabupaten Sumbawa Januari 2026 Tercatat 3,77 Persen (Year-on-Year)

Inflasi Kabupaten Sumbawa Januari 2026 Tercatat 3,77 Persen (Year-on-Year)

12 Maret 2026   45

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id/12-3-2026 – Perkembangan harga barang dan jasa di Kabupaten Sumbawa pada Januari 2026 menunjukkan adanya kenaikan tingkat inflasi secara tahunan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa, inflasi Year-on-Year (YoY) pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,77 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,86.

Data tersebut juga mencatat bahwa inflasi secara bulanan atau Month-to-Month (M-to-M) pada Januari 2026 mencapai 0,80 persen, sementara inflasi Year-to-Date (Y-to-D) juga berada pada angka 0,80 persen.

Perbandingan dengan Desember 2025

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Desember 2025, tingkat inflasi tahunan di Kabupaten Sumbawa mengalami peningkatan. Pada Desember 2025, inflasi Year-on-Year tercatat sebesar 2,78 persen, sedangkan pada Januari 2026 meningkat menjadi 3,77 persen.

Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan harga pada beberapa kelompok pengeluaran yang memengaruhi pergerakan inflasi pada awal tahun.

Kelompok Pengeluaran Penyumbang Inflasi

Berdasarkan kelompok pengeluaran, beberapa sektor memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Kabupaten Sumbawa, di antaranya:

  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil sekitar 1,58 persen

  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya sekitar 1,37 persen

  • Makanan, minuman dan tembakau sekitar 0,61 persen

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran lainnya memberikan kontribusi relatif kecil, seperti:

  • Pakaian dan alas kaki sekitar 0,06 persen

  • Kesehatan sekitar 0,04 persen

  • Pendidikan sekitar 0,05 persen

  • Transportasi sekitar 0,02 persen

Adapun kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, serta rekreasi, olahraga dan budaya tercatat tidak memberikan andil inflasi pada periode tersebut.

Perbandingan Inflasi di NTB

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tingkat inflasi Kabupaten Sumbawa berada pada posisi menengah.

Pada Januari 2026, inflasi tahunan di beberapa daerah di NTB tercatat sebagai berikut:

  • Kota Bima : 4,82 persen

  • Sumbawa : 3,77 persen

  • Mataram : 3,69 persen

Data tersebut menunjukkan bahwa inflasi di Kabupaten Sumbawa masih berada di bawah inflasi Kota Bima, namun sedikit lebih tinggi dibandingkan Kota Mataram.


Ulasan: Inflasi Awal Tahun dan Upaya Menjaga Stabilitas Harga

Pergerakan inflasi pada awal tahun merupakan fenomena yang cukup umum terjadi di berbagai daerah. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi masyarakat setelah periode akhir tahun serta penyesuaian harga pada beberapa komoditas.

Kenaikan inflasi dari 2,78 persen pada Desember 2025 menjadi 3,77 persen pada Januari 2026 menunjukkan adanya peningkatan tekanan harga, terutama pada kelompok perumahan serta perawatan pribadi.

Namun demikian, angka inflasi tersebut masih berada dalam rentang yang relatif terkendali jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bagi pemerintah daerah, data inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam menyusun kebijakan ekonomi daerah, terutama yang berkaitan dengan stabilitas harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat, serta distribusi barang dan jasa.

Melalui publikasi data ini, masyarakat di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan kondisi ekonomi daerah. Penyampaian data secara terbuka juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transparansi informasi publik serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap dinamika ekonomi yang terjadi di daerah. (KH74)