Sumbawa. ppid.sumbawakab.go.id/1-3-2026 — Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, ke kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, menjadi momentum penting dalam penguatan sektor kelautan dan perikanan di wilayah pesisir Kabupaten Sumbawa, Sabtu (28/2).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, yang menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam agenda peninjauan, Menteri Kelautan dan Perikanan melihat langsung progres pembangunan kawasan yang telah dilengkapi sekitar 20 intervensi strategis guna mendukung ekosistem usaha nelayan. Sejumlah fasilitas yang dibangun meliputi penguatan rantai dingin (cold chain system), sarana tambatan perahu, serta dukungan alat tangkap dan mesin kapal bagi nelayan setempat.
Menurut Menteri Trenggono, dukungan anggaran bernilai miliaran rupiah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam membangun sistem usaha perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Intervensi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat daya saing produk perikanan lokal di pasar regional maupun nasional.
Selain penguatan infrastruktur perikanan, pemerintah juga menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan warga pesisir. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan stabilitas sosial-ekonomi masyarakat selama proses transformasi sektor perikanan berlangsung.
Ke depan, Pulau Bungin diproyeksikan menjadi sentra budidaya lobster dan mutiara di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 1.000 unit kerambah sebagai bagian dari transformasi nelayan tangkap menuju nelayan budidaya yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan pembangunan sektor kelautan. Ia optimistis pengembangan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih akan mempercepat pertumbuhan ekonomi pesisir serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Penguatan sektor kelautan dan perikanan adalah langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah daerah siap mendukung kebijakan strategis pemerintah pusat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menunjukkan adanya kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekonomi pesisir berbasis potensi lokal. Program penguatan rantai produksi perikanan, bantuan sarana usaha, serta rencana pengembangan budidaya dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan nelayan.
Selain aspek ekonomi, intervensi yang dilakukan juga menyasar stabilitas sosial melalui bantuan pangan serta peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Hal ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan sosial masyarakat pesisir.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pengembangan Pulau Bungin sebagai kawasan perikanan terpadu diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi kelautan berkelanjutan di wilayah timur Indonesia sekaligus memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu pusat produksi perikanan di Nusa Tenggara Barat. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa