BERITA DETAIL
PEMKAB SUMBAWA REALISASIKAN PROGRAM PENCIPTAAN TENAGA KERJA UNGGUL

PEMKAB SUMBAWA REALISASIKAN PROGRAM PENCIPTAAN TENAGA KERJA UNGGUL

25 Februari 2026   85

 

 

122 Tenaga Kerja Bersertifikat, Rp2,08 Miliar Dialokasikan untuk Penguatan BLK

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/25-2-26 – Memasuki genap satu tahun pemerintahan Jarot–Ansori, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program unggulan penciptaan tenaga kerja unggul dan mandiri.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 122 tenaga kerja berhasil mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa. Program ini menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM berbasis kebutuhan industri dan dunia usaha.

Pelatihan difokuskan pada 6 bidang keahlian utama, yakni:

  • Barista (32 orang)

  • Alat Berat (16 orang)

  • Boga (16 orang)

  • Desain Grafis (16 orang)

  • Las 6G (16 orang)

  • Listrik (16 orang)

Selain itu, Pemkab Sumbawa juga memfasilitasi program magang bagi 10 lulusan SMK, guna memberikan pengalaman kerja praktis di dunia industri.

Dalam mendukung program tersebut, Pemkab Sumbawa mengalokasikan Rp2,08 miliar dari APBD untuk penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pemerintah daerah juga melakukan revitalisasi BLK Sumbawa serta menjalin kerja sama dengan pihak industri untuk meningkatkan kualitas pelatihan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.

Program ini menjadi bagian dari realisasi komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan daya saing tenaga kerja lokal.


ULASAN & ANALISIS: TRANSPARANSI DAN DAMPAK PROGRAM

1. Transparansi Anggaran

Alokasi Rp2,08 miliar dari APBD menunjukkan bahwa program penguatan SDM bukan sekadar narasi, melainkan didukung penganggaran yang jelas.

Dengan publikasi angka peserta dan bidang pelatihan, pemerintah menunjukkan langkah transparansi dalam penggunaan anggaran.

Namun ke depan, masyarakat juga akan menilai:

  • Berapa persen lulusan terserap kerja?

  • Berapa yang menjadi wirausaha?

  • Bagaimana tindak lanjut monitoring pasca pelatihan?

Transparansi lanjutan akan memperkuat legitimasi program.


2. Relevansi terhadap Kebutuhan Daerah

Bidang seperti:

  • Las 6G,

  • Alat Berat,

  • Listrik,

memiliki relevansi tinggi terhadap sektor konstruksi dan industri di Sumbawa.

Sementara:

  • Barista dan Boga membuka peluang ekonomi kreatif dan UMKM.

Diversifikasi ini menunjukkan pendekatan tidak hanya fokus pada sektor formal, tetapi juga kewirausahaan.


3. Skala Program: Awal yang Perlu Diperluas

122 tenaga kerja bersertifikat adalah langkah awal positif, namun jika dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja Kabupaten Sumbawa, angka ini masih relatif kecil.

Artinya, tahun kedua perlu diarahkan pada:

  • Perluasan kapasitas pelatihan.

  • Peningkatan kemitraan industri.

  • Penyerapan tenaga kerja lokal secara konkret.


4. Revitalisasi BLK sebagai Fondasi Jangka Panjang

Revitalisasi BLK adalah investasi jangka panjang.

Jika dikelola konsisten, BLK dapat menjadi:

  • Pusat pengembangan kompetensi lokal.

  • Penyangga utama program pengurangan pengangguran.

  • Sarana sinkronisasi dunia pendidikan dan industri.


KESIMPULAN

Program penciptaan tenaga kerja unggul menjadi salah satu capaian konkret tahun pertama pemerintahan Jarot–Ansori.

Dengan:

  • 122 tenaga kerja bersertifikat
  • 6 bidang kompetensi
  • Rp2,08 miliar dukungan APBD
  • Revitalisasi BLK

Pemkab Sumbawa telah memulai langkah penguatan SDM secara terstruktur.

Ke depan, tantangan utama bukan hanya pelatihan, tetapi memastikan dampaknya terasa melalui:

  • Serapan kerja,

  • Peningkatan pendapatan,

  • Pertumbuhan ekonomi lokal.

Transparansi berkelanjutan dan publikasi progres akan menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa

sumber: Bapperid Kab. Sumbawa