Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/22-2-2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan daya saing daerah melalui penguatan ekonomi, investasi, infrastruktur, serta kualitas ketenagakerjaan.
Berdasarkan data indikator pembangunan daerah terbaru, sejumlah variabel strategis menunjukkan tren peningkatan yang menggambarkan arah pembangunan Kabupaten Sumbawa semakin positif dan terukur.
Beberapa indikator utama yang menunjukkan perkembangan tersebut antara lain:
Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan meningkat hingga 71,94 poin, menandakan perbaikan kualitas pasar kerja dan kesempatan kerja.
Tingkat Serapan Tenaga Kerja mencapai 31,02%, menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi produktif.
Rasio Kewirausahaan Daerah meningkat menjadi 5,86%, mengindikasikan tumbuhnya pelaku usaha baru di masyarakat.
Indeks Daya Saing Daerah naik menjadi 4,15, mencerminkan penguatan kapasitas ekonomi dan kelembagaan daerah.
Indeks Infrastruktur mencapai 97,71, menandakan peningkatan konektivitas dan layanan dasar penunjang ekonomi.
Indeks Teknologi, Informasi, dan Komunikasi meningkat ke 7,01, menunjukkan percepatan transformasi digital di daerah.
Dari sisi ekonomi makro, indikator juga menunjukkan perkembangan signifikan:
PDRB per Kapita meningkat menjadi sekitar Rp65,38 juta.
Nilai Realisasi Investasi mencapai Rp2.847,84 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Sumbawa.
Laju pertumbuhan sektor pariwisata meningkat hingga 1,82%, menunjukkan mulai pulihnya sektor jasa dan ekonomi kreatif daerah.
Sementara itu, dari aspek pemerataan kesejahteraan, Rasio Gini berada di kisaran 0,19, yang menunjukkan tingkat ketimpangan relatif rendah dan pembangunan yang lebih inklusif.
Menurut jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa, peningkatan indikator tersebut merupakan hasil dari beberapa kebijakan strategis, antara lain:
Penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah untuk mempercepat distribusi barang dan jasa.
Perbaikan iklim investasi dan kemudahan perizinan, sehingga mampu menarik investasi baru.
Program pemberdayaan UMKM dan kewirausahaan, guna menciptakan lapangan kerja berbasis ekonomi lokal.
Pengembangan digitalisasi layanan publik, untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan transparansi birokrasi.
Kebijakan tersebut dijalankan secara bertahap dan terukur melalui perencanaan pembangunan daerah serta evaluasi indikator kinerja setiap tahun.
Publikasi indikator kinerja pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Beberapa aspek transparansi yang tercermin antara lain:
Penggunaan indikator terukur untuk menilai keberhasilan pembangunan daerah.
Keterbukaan data ekonomi dan sosial kepada masyarakat sebagai bahan evaluasi bersama.
Pemantauan capaian berbasis angka, sehingga kebijakan tidak hanya bersifat normatif, tetapi berbasis hasil.
Arah pembangunan inklusif, yang terlihat dari meningkatnya kesempatan kerja dan rendahnya ketimpangan.
Dengan keterbukaan informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui perkembangan kinerja pembangunan daerah secara objektif, sekaligus menjadi bagian dari pengawasan publik terhadap jalannya pemerintahan. (KH74)