Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/22-2-2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui dokumen evaluasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025 mempublikasikan capaian indikator kinerja pembangunan sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Evaluasi pada aspek geografi, lingkungan, dan tata ruang menunjukkan sejumlah indikator berhasil mencapai bahkan melampaui target, meskipun beberapa indikator lain masih memerlukan penguatan kebijakan lintas sektor ke depan.
Beberapa capaian penting yang menunjukkan tren positif antara lain:
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) meningkat dari 73,80 pada 2024 menjadi 79,64 pada 2025, melampaui target 78,23, dengan tingkat capaian 101,80%.
Penurunan Intensitas Emisi GRK mencapai 21,82%, sesuai target dan mencatat tingkat capaian 100%.
Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS) mencapai 42,24 poin, meningkat dari 40,24 pada 2024 dan memenuhi target 42,24, dengan capaian 100%.
Rasio konektivitas kabupaten/kota berada pada angka 0,90, mendekati target 0,91, dengan capaian 98,90%.
Capaian ini mencerminkan penguatan kebijakan daerah dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, serta peningkatan layanan persampahan yang semakin sistematis.
Di sisi lain, beberapa indikator masih menunjukkan ruang perbaikan:
Indeks Risiko Bencana tercatat 195,07, lebih tinggi dari target 131,66, sehingga capaian hanya 51,84%. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Indikator terkait tata ruang seperti Indeks Penyelenggaraan Penataan Ruang, Indeks Konektivitas Daerah, Efektivitas Pemanfaatan Ruang Wilayah, serta Kesesuaian Komoditas Kawasan Sentra Produksi belum menunjukkan realisasi pada tahun evaluasi, sehingga menjadi prioritas pembenahan perencanaan ke depan.
Pemerintah Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan 2026–2028, yang diarahkan pada:
penguatan mitigasi bencana dan ketahanan wilayah
percepatan integrasi perencanaan tata ruang
peningkatan konektivitas ekonomi daerah
serta penguatan pengawasan implementasi program perangkat daerah
Publikasi capaian indikator ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif kepada masyarakat mengenai perkembangan pembangunan daerah, sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam mengawal kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. (KH74)