BERITA DETAIL
Safari Ramadan Perdana Pemkab Sumbawa, Bupati Jarot Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Pembangunan Daerah

Safari Ramadan Perdana Pemkab Sumbawa, Bupati Jarot Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Pembangunan Daerah

21 Februari 2026   65

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawa.go.id/21Februari 2026 — Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot melaksanakan Safari Ramadan malam perdana Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama masyarakat, Jumat malam (20/02/2026), di Masjid Nurul Maqbullah, Desa Labuhan Badas.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, kepala perangkat daerah, Camat Labuhan Badas, pengurus masjid, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. Tausiah Ramadan disampaikan oleh Ustadz Salsah, S.Pd.I, yang mengajak jamaah menjadikan bulan suci sebagai momentum memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan persatuan umat.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyerahkan bantuan berupa dukungan pembangunan masjid, 10 mushaf Al-Qur’an, serta 20 paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus membantu masyarakat selama Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi langsung dengan masyarakat pada malam ketiga Ramadan, yang juga menjadi Safari Ramadan malam pertama pemerintah daerah tahun ini.

Ia menuturkan bahwa tanggal 20 Februari menandai genap satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Momentum tersebut tidak dirayakan secara seremonial, melainkan diisi dengan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian dan arah pembangunan daerah, antara lain perbaikan tata kelola pemerintahan yang kembali meraih opini WTP, serta masuknya beberapa program strategis nasional ke Kabupaten Sumbawa seperti pembangunan Jalan Lintas Selatan, pengembangan unggas terintegrasi, rencana Kawasan Ekonomi Khusus, produksi garam nasional, tambak udang Penyaring, hingga pengembangan sekolah rakyat dan sekolah terintegrasi.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga situasi aman dan kondusif agar pembangunan serta investasi dapat berjalan optimal.

“Melalui Safari Ramadan ini, kami memohon doa agar setiap ikhtiar pembangunan membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Sumbawa,” ujarnya.

Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus dilaksanakan di berbagai kecamatan sebagai sarana mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat sinergi pembangunan daerah.


Ulasan: Safari Ramadan sebagai Ruang Dialog Publik dan Transparansi Pembangunan

Safari Ramadan bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga instrumen komunikasi publik pemerintah daerah. Kehadiran langsung kepala daerah di tengah masyarakat menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang dialogis dan partisipatif.

Kegiatan ini memiliki beberapa nilai strategis bagi tata kelola pemerintahan daerah:

1. Memperkuat Kedekatan Pemerintah dan Masyarakat

Safari Ramadan membuka ruang pertemuan langsung antara pemerintah dan warga. Interaksi ini penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan kebijakan daerah selaras dengan kebutuhan masyarakat.

2. Menjadi Media Transparansi Pembangunan

Pemaparan capaian dan arah pembangunan oleh kepala daerah di forum keagamaan menunjukkan upaya pemerintah menyampaikan informasi pembangunan secara terbuka, tidak hanya melalui dokumen formal, tetapi juga melalui komunikasi langsung dengan masyarakat.

3. Menyerap Aspirasi Secara Langsung

Kunjungan ke kecamatan dan desa memberi kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar kondisi riil masyarakat, mulai dari kebutuhan sosial, keagamaan, hingga ekonomi lokal.

4. Menguatkan Sinergi Sosial dan Stabilitas Daerah

Pesan menjaga keamanan dan kondusivitas daerah menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada stabilitas sosial dan partisipasi masyarakat.


Penutup

Safari Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mencerminkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya administratif, tetapi juga sosial dan kultural. Melalui silaturahmi, bantuan sosial, serta penyampaian arah pembangunan, pemerintah berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat transparansi kebijakan daerah.

Momentum Ramadan diharapkan menjadi ruang refleksi bersama untuk membangun Sumbawa yang lebih unggul, maju, dan sejahtera. (KH74)