BERITA DETAIL
Kabupaten Sumbawa Dapatkan Alokasi Pengembangan Bawang Putih Seluas 1.000 Hektare

Kabupaten Sumbawa Dapatkan Alokasi Pengembangan Bawang Putih Seluas 1.000 Hektare

10 Februari 2026   102

Sembalun, ppid.sumbawakab.go.id/9 Februari 2026 — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam kunjungan kerja ke kawasan Sembalun, Nusa Tenggara Barat, yang dirangkaikan dengan kegiatan simbolis tanam perdana bawang putih sebagai bagian dari program percepatan swasembada bawang putih nasional.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih, yang selama ini masih bergantung pada impor. Dalam program tersebut, Kabupaten Sumbawa mendapatkan alokasi pengembangan bawang putih seluas 1.000 hektare, yang akan dikembangkan secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat.

Menteri Pertanian RI menegaskan bahwa pengembangan bawang putih di kawasan NTB, termasuk Kabupaten Sumbawa, memiliki potensi besar karena dukungan agroklimat yang sesuai, ketersediaan lahan, serta kesiapan petani. Program ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya swasembada bawang putih sekaligus memperkuat ekonomi petani di daerah.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyampaikan bahwa alokasi pengembangan 1.000 hektare bawang putih merupakan peluang strategis bagi petani Sumbawa. Menurutnya, komoditas bawang putih memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang luas, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani.

“Ini adalah peluang besar bagi petani Sumbawa. Kami optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan kerja bersama semua pihak, Sumbawa dapat berperan strategis dalam ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen mendukung program ini melalui pendampingan petani, penyediaan lahan, serta penguatan koordinasi lintas sektor agar pengembangan bawang putih dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


ULASAN & ANALISIS

1. Bawang Putih sebagai Komoditas Strategis Nasional

Bawang putih merupakan salah satu komoditas pangan strategis dengan tingkat konsumsi tinggi di Indonesia. Selama ini, ketergantungan impor masih cukup besar. Oleh karena itu, program percepatan swasembada bawang putih menjadi kebijakan nasional yang membutuhkan dukungan daerah potensial seperti Kabupaten Sumbawa.


2. Peluang Ekonomi bagi Petani Sumbawa

Alokasi pengembangan seluas 1.000 hektare membuka peluang:

  • Diversifikasi usaha tani
  • Peningkatan pendapatan petani
  • Penguatan ekonomi pedesaan
  • Penyerapan tenaga kerja lokal

Dengan harga bawang putih yang relatif stabil dan bernilai tinggi, komoditas ini berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah.


3. Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Program Nasional

Kehadiran langsung Bupati Sumbawa mendampingi Menteri Pertanian RI menunjukkan:

  • Komitmen kuat pemerintah daerah
  • Keselarasan kebijakan pusat dan daerah
  • Dukungan aktif terhadap agenda ketahanan pangan nasional

Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan.


4. Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Agar program berjalan optimal, beberapa hal perlu diperhatikan:

  • Ketersediaan benih unggul dan pupuk
  • Pendampingan teknis dan manajemen budidaya
  • Kepastian pasar dan harga jual
  • Infrastruktur pendukung distribusi

Tanpa pengelolaan yang baik, potensi besar ini berisiko tidak maksimal.


Kesimpulan

Kunjungan kerja Menteri Pertanian RI yang didampingi Bupati Sumbawa serta pelaksanaan tanam perdana bawang putih di Sembalun menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan swasembada bawang putih nasional. Dengan alokasi pengembangan 1.000 hektare, Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Publikasi kegiatan ini merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat. (KH74)