BERITA DETAIL
Bupati Sumbawa Buka Tradisi Mangan Barema di Desa Tatede: Warisan Budaya yang Menyatukan Masyarakat

Bupati Sumbawa Buka Tradisi Mangan Barema di Desa Tatede: Warisan Budaya yang Menyatukan Masyarakat

24 Juli 2025   228

 

Lopok,ppid.sumbawakab.go.id/24 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan tradisi Mangan Barema yang digelar secara meriah di Desa Tatede, Kecamatan Lopok. Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, ini disambut antusias oleh ratusan warga yang turut serta dalam kegiatan budaya tersebut.

Mengawali kegiatan, masyarakat Desa Tatede menggelar Pawai Junyung Pasaji, sebuah prosesi unik di mana para ibu rumah tangga membawa aneka makanan tradisional dari rumah masing-masing menuju lokasi acara. Pawai ini bukan hanya menjadi simbol berbagi rezeki, tetapi juga bentuk nyata kebersamaan dalam bingkai tradisi.

Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, serta Camat Lopok bersama unsur Muspika dan tokoh masyarakat setempat.


Pesan Bupati: Warisan Budaya yang Harus Dijaga

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Desa Tatede atas pelestarian tradisi Mangan Barema yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi ini tidak hanya sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah SWT, tetapi juga mempererat kebersamaan, membangun semangat gotong royong, serta memperkuat identitas budaya Sumbawa,” ujar Bupati.

Bupati juga menegaskan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Untuk itu, ia menyampaikan bahwa tradisi Mangan Barema akan diupayakan masuk dalam kalender even budaya Kabupaten Sumbawa, sehingga pelestariannya dapat berkelanjutan dan menjadi agenda budaya yang dikenal secara luas.


Ulasan: Mangan Barema sebagai Pilar Ketahanan Sosial dan Budaya

Tradisi Mangan Barema bukan sekadar kegiatan makan bersama. Ia adalah cerminan nilai-nilai sosial, spiritual, dan kebudayaan masyarakat Sumbawa yang sarat makna:

  • Spiritualitas: sebagai ungkapan syukur atas panen dan rezeki dari Allah SWT.

  • Sosial: memperkuat solidaritas antarwarga, mengurangi sekat sosial, dan menciptakan ruang komunikasi antar generasi.

  • Kebudayaan: mempertahankan identitas lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi budaya.

Dengan mengintegrasikan tradisi ini dalam program kerja pemerintah daerah, khususnya di sektor pariwisata dan kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan keseriusan dalam menjadikan budaya sebagai modal pembangunan manusia yang seimbang antara jasmani dan rohani.


Penutup

Melalui penyelenggaraan tradisi Mangan Barema di Desa Tatede, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga penguatan nilai-nilai budaya dan sosial. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar menuju Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera yang berakar pada kearifan lokal dan gotong royong masyarakatnya. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa