Mataram, ppid,sumbawakab.go.id/16 Juli 2025 - Sebagai tindak lanjut dari rangkaian pertemuan strategis dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP melanjutkan agenda audiensi bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi NTB. Pertemuan ini berlangsung di Kantor BPPW NTB dan membahas sejumlah program penting yang mendukung layanan dasar masyarakat di Kabupaten Sumbawa.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Jarot menyampaikan urgensi percepatan kelanjutan beberapa program strategis, khususnya:
SPAM Semongkat (Sistem Penyediaan Air Minum)
Proyek ini merupakan bagian dari upaya penyediaan air bersih berkelanjutan untuk masyarakat Kota Sumbawa dan sekitarnya, yang bersumber dari mata air Semongkat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong agar integrasi program air minum dengan BBWS dan BPPW dapat segera dilanjutkan secara sinergis.
TPST Raberas (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu)
Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung penanganan sampah terpadu berbasis kawasan sebagai bagian dari peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Bupati menekankan pentingnya dukungan lanjutan dari pusat untuk operasionalisasi penuh TPST Raberas.
Infrastruktur Permukiman Lainnya
Termasuk pengembangan jalan lingkungan, drainase, kawasan kumuh, serta infrastruktur sanitasi dan air limbah, sebagai bagian dari program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dan NSPK lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa Pemkab Sumbawa siap memberikan dukungan penuh baik dalam bentuk penyediaan lahan, kelengkapan dokumen, maupun sharing anggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kami berharap sinergi ini akan mempercepat pemenuhan layanan dasar masyarakat, terutama air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Kegiatan ini sangat strategis dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing wilayah kami," ujar Bupati Jarot dalam audiensi tersebut.
Langkah Bupati Sumbawa untuk secara langsung melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPPW NTB menunjukkan pendekatan aktif dan kolaboratif dalam memastikan keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional di tingkat daerah.
Data BPS Sumbawa 2024 menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 23% wilayah permukiman di kabupaten ini yang belum memiliki akses air minum layak dan pengelolaan sampah yang optimal. Dengan adanya program seperti SPAM Semongkat dan TPST Raberas, diharapkan angka ini dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, pendekatan government-to-government langsung ini juga menjadi bukti nyata implementasi prinsip good governance di Pemkab Sumbawa, yang mengedepankan kecepatan pelayanan, transparansi, dan efektivitas pembangunan.
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa