BERITA DETAIL
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Siap Masuk Sekolah dan Pesantren: Pemerintah Targetkan 53 Juta Pelajar Tahun 2025

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Siap Masuk Sekolah dan Pesantren: Pemerintah Targetkan 53 Juta Pelajar Tahun 2025

05 Juli 2025   99

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id /4 Juli 2025 — Pemerintah terus memperluas cakupan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menjangkau sekolah-sekolah dan satuan pendidikan keagamaan di seluruh Indonesia, termasuk Sekolah Rakyat, Madrasah, dan Pesantren. Langkah ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menargetkan pemeriksaan kesehatan 280 juta penduduk setiap tahun.

Dalam keterangan resminya usai rapat tingkat menteri (Kamis, 3/7), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG akan dimulai pada:

  • 7 Juli 2025 untuk Sekolah Rakyat

  • 1 Agustus 2025 untuk seluruh sekolah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama (Kemenag)

“Ini adalah program terbesar dalam sejarah Kementerian Kesehatan dan menjadi langkah strategis untuk membangun generasi sehat Indonesia,” ujar Menkes.


Target Pelaksanaan 2025

  • 53 juta pelajar menjadi sasaran utama pemeriksaan kesehatan

  • 11 juta orang telah diperiksa sejak CKG dimulai pada 10 Februari 2025

  • Pemeriksaan difokuskan di satuan pendidikan untuk menjangkau peserta didik secara masif dan efisien


CKG di Sekolah Rakyat dan Pendidikan Keagamaan

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa program ini menyasar sekolah rakyat berasrama yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemeriksaan dilakukan sebelum para siswa masuk asrama.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menekankan bahwa program ini juga menyasar lebih dari 11 juta siswa di MI, MTs, MA, pondok pesantren, dan sekolah-sekolah keagamaan dari seluruh agama yang diakui di Indonesia.

“CKG ini adalah wujud kehadiran negara dalam menjamin kesehatan jasmani dan rohani anak bangsa,” ujar Amien.


Dukungan Lintas Kementerian dan Daerah

Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Mendikdasmen, Kemenag, Kemensos, Kemendagri, hingga dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Wamendagri Ribka Haluk menambahkan bahwa seluruh pemerintah provinsi telah menyiapkan data dan identitas peserta didik melalui Kartu Identitas Anak (KIA) untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

Dirjen Komunikasi Publik Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan dukungan penuh terhadap penyebarluasan informasi program, yang terintegrasi dengan program prioritas lainnya seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ulasan untuk Kabupaten Sumbawa

Program ini berpotensi mendorong kualitas hidup dan kesehatan pelajar di Kabupaten Sumbawa, terutama di daerah-daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan reguler.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Kantor Kemenag setempat perlu:

  • Menyusun jadwal pelaksanaan CKG di seluruh satuan pendidikan

  • Menyediakan fasilitas dan tenaga kesehatan lapangan

  • Melibatkan pihak sekolah, tokoh agama, serta orang tua siswa

  • Menyosialisasikan program CKG melalui kanal digital PPID, media sosial, dan jaringan informasi desa


Kesimpulan

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan langkah besar Pemerintah Indonesia dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat secara fisik dan mental. Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari pelaksanaan nasional perlu bersinergi untuk menyukseskan program ini demi mewujudkan Sumbawa Sehat dan Unggul. (KH74)


Sumber: Humas Kemensetneg | Kementerian Kesehatan RI
Dipublikasikan oleh: Dinas Kominfotiksandi – PPID Kabupaten Sumbawa


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa