Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, di hadapan para Bunda Literasi se-NTB dan para pemangku kepentingan literasi Provinsi NTB.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB menyampaikan bahwa peran Bunda Literasi tidak sekadar simbolis, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam upaya membangun budaya baca dan literasi keluarga di daerah masing-masing.
“Bunda Literasi harus hadir di tengah masyarakat sebagai sosok inspiratif yang mendorong tradisi membaca, menulis, dan belajar menjadi bagian dari kehidupan keluarga dan sekolah,” ujar Wakil Gubernur.
Hj. Ida Fitria Jarot, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Sumbawa, menyampaikan bahwa pengukuhan ini adalah amanah besar untuk menguatkan ekosistem literasi dari tingkat keluarga hingga komunitas.
“Kami akan mendorong kolaborasi bersama komunitas literasi, sekolah, perpustakaan, dan keluarga agar generasi muda Sumbawa menjadi generasi cerdas, kritis, dan berkarakter,” ungkapnya usai pengukuhan.
Kehadiran Bunda Literasi memberikan wajah baru dalam pembangunan literasi daerah karena menghadirkan pendekatan yang berbasis peran keluarga, sosial, dan keteladanan. Kabupaten Sumbawa sendiri dinilai memiliki potensi literasi yang tinggi dengan tumbuhnya komunitas baca, perpustakaan desa, dan inisiatif literasi sekolah.
| Aspek Strategis | Dampak dan Harapan |
|---|---|
| Literasi Keluarga | Meningkatkan kecakapan membaca anak & kesadaran orang tua |
| Kolaborasi antar-sektor | Memperkuat sinergi antara PKK, sekolah, komunitas dan pemerintah |
| Gerakan Literasi Daerah | Menumbuhkan budaya baca hingga ke tingkat desa & dusun |
| Pemberdayaan Perempuan | Menjadikan ibu rumah tangga sebagai agen literasi keluarga |
Deklarasi dan penguatan program “Sumbawa Literasi Keluarga” di tingkat desa.
Penyusunan roadmap literasi daerah bersama Dinas Perpustakaan, Disdikbud, PKK dan Kominfotik.
Kampanye “15 Menit Membaca di Rumah” melalui media sosial dan sekolah-sekolah.
Pendampingan komunitas literasi untuk menjangkau anak-anak desa dan remaja putus sekolah.
Dengan dikukuhkannya Hj. Ida Fitria Jarot sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa, diharapkan akan terbentuk ekosistem literasi yang kokoh dari rumah hingga komunitas. Langkah ini menjadi bagian penting dari agenda pembangunan manusia Sumbawa yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa