BERITA DETAIL
Pemkab Sumbawa dan BKSDA NTB Bahas Pengelolaan Wisata Konservasi Taman Nasional Moyo Satonda

Pemkab Sumbawa dan BKSDA NTB Bahas Pengelolaan Wisata Konservasi Taman Nasional Moyo Satonda

03 Juli 2025   196

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id /3 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi antara Bupati Sumbawa dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Sumbawa, Kamis (3/7/2025).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan dihadiri oleh Kepala BKSDA NTB, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.


Bupati: Pulau Moyo Harus Dilestarikan, Bukan Sekadar Dikunjungi

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa pertemuan ini penting untuk memastikan pengelolaan Taman Nasional Moyo Satonda tidak hanya fokus pada aspek wisata, tetapi juga pada konservasi satwa dan ekosistem.

“Kita harus menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi satwa langka seperti Kakatua Kecil Jambul Kuning dan Menjangan, yang keberadaannya kini terancam,” ujar Bupati Jarot.

Bupati juga menyampaikan bahwa upaya pelepasliaran Menjangan dari Pendopo Bupati ke habitat aslinya di Pulau Moyo adalah bagian dari komitmen nyata Pemkab dalam menjaga keseimbangan ekologi kawasan.


Wisata Konservasi: Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi Sekaligus

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan gagasannya bahwa Taman Nasional Moyo Satonda harus dikembangkan tidak hanya sebagai objek wisata alam, tetapi juga sebagai destinasi wisata observasi dan edukasi.

“Kita ingin masyarakat dan wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tapi juga belajar, memberi makan fauna, dan ikut menjaga kelestariannya,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, wisata diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal tanpa mengorbankan keberlanjutan alam.


Ulasan Strategis: Sinergi Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Rapat ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan kawasan konservasi yang juga memiliki potensi wisata unggulan.

Aspek Pengelolaan Dampak dan Manfaat Strategis
Konservasi Satwa Langka Menjaga habitat asli & menghindari kepunahan spesies endemik
Pariwisata Edukasi Menyediakan wisata yang bermuatan pendidikan dan konservasi
Pemberdayaan Masyarakat Menciptakan lapangan kerja lokal & UMKM ekowisata
Pendapatan Daerah Kontribusi ekonomi dari retribusi, jasa wisata, dan branding

Kesimpulan

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal penting menuju pengelolaan kawasan Pulau Moyo dan Satonda yang berbasis konservasi, partisipatif, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan tekad kuat untuk menjaga alam dan menghidupkan ekonomi secara berdampingan. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa