BERITA DETAIL
Wabup Sumbawa Buka Peringatan Hari Kesehatan Kulit Sedunia dan Launching Program Pengendalian Kusta

Wabup Sumbawa Buka Peringatan Hari Kesehatan Kulit Sedunia dan Launching Program Pengendalian Kusta

26 Juni 2025   141

 

 

Sumbawa, ppid.sumbawakab.go.id /25 Juni 2025 — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka peringatan Hari Kesehatan Kulit Sedunia Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Launching Program Pengendalian Penyakit Kusta di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa dan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa serta sejumlah perwakilan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kulit adalah organ terbesar manusia dan menjadi indikator penting dalam mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Menurut beliau, peringatan Hari Kesehatan Kulit Sedunia merupakan ajakan moral dan edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit, khususnya dalam mencegah dan menangani penyakit kulit yang masih sering dianggap sepele.

“Kulit adalah barisan pertahanan pertama tubuh. Jika kesehatannya terganggu, maka bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain yang lebih serius,” ujar Wabup.

Perhatian Serius terhadap Penyakit Kusta

Wabup Ansori menyoroti khusus kasus penyakit kusta yang hingga saat ini masih menjadi tantangan kesehatan di daerah. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Program Kusta (SIPK) per 15 Juni 2025, tercatat 187 kasus kusta di Kabupaten Sumbawa selama tiga tahun terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa penyakit kusta masih eksis dan memerlukan penanganan yang sistematis serta terpadu.

“Oleh karena itu, kami melaunching program pengendalian penyakit kusta ini untuk mendorong penanganan yang lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Kegiatan ini adalah bentuk komitmen Pemkab Sumbawa dalam membangun budaya promotif dan preventif dalam sistem kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Wabup mengajak seluruh elemen — dari dinas terkait, tenaga kesehatan, hingga masyarakat — untuk bersinergi dalam meningkatkan kesadaran, mendorong deteksi dini, dan memberikan edukasi agar stigma terhadap penderita kusta bisa ditekan, dan pengobatan dapat berjalan lebih efektif.


Ulasan: Mendorong Kesadaran Kesehatan Kulit dan Eliminasi Kusta

Langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperingati Hari Kesehatan Kulit Sedunia yang dirangkai dengan program pengendalian kusta merupakan strategi edukatif dan advokatif yang sangat tepat. Penyakit kulit, termasuk kusta, sering kali mengalami underreporting akibat stigma dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda awal penyakit tersebut.

Dengan menggandeng berbagai stakeholder, kegiatan ini menjadi platform kolaboratif dalam membangun gerakan masyarakat sadar kesehatan kulit. Program ini juga sejalan dengan agenda nasional dan global dalam mencapai target eliminasi kusta serta penguatan layanan kesehatan primer yang inklusif.

Pemkab Sumbawa menunjukkan bahwa pendekatan kesehatan berbasis komunitas dan data (melalui SIPK) adalah kunci keberhasilan dalam pengendalian penyakit menular kronis seperti kusta. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa