Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id /22 Juni 2025 – Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai halaman Kantor Bupati Sumbawa saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, didampingi Wakil Bupati, Drs. H. Mohammad Ansori, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, serta sejumlah pejabat daerah, menyambut kepulangan Jamaah Haji Kabupaten Sumbawa Kloter 8 yang berjumlah 225 orang.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan rasa bahagia atas kembalinya para jamaah dalam keadaan sehat walafiat setelah menunaikan ibadah haji di tanah suci. Ia menyebut bahwa perjalanan haji bukan hanya sekadar fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh ujian.
“Kami merasa bangga dan terharu karena Bapak dan Ibu telah menjalani ibadah suci ini dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati. Semoga gelar Haji dan Hajah bukan sekadar panggilan, melainkan menjadi titik balik untuk menebar manfaat dan keteladanan di tengah masyarakat,” tutur Bupati.
Namun dalam suasana syukur tersebut, Bupati juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan tiga jamaah yang wafat di tanah suci, yaitu:
Siti Nurmah Muhammad Nurdin (68 tahun) – Kecamatan Plampang
Aisyah Mustafa Alimin (59 tahun) – Kecamatan Alas
Mahdar (60 tahun) – Kecamatan Empang
Selain itu, Bupati juga menyampaikan bahwa dua orang calon jamaah haji gagal berangkat karena alasan kesehatan yang tidak memungkinkan saat berada di Asrama Haji.
Bupati berharap kehadiran para haji ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi di lingkungan masing-masing. Selain itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan ibadah haji di tahun-tahun mendatang, mulai dari persiapan, pelayanan di asrama, hingga kepulangan.
“Semoga keberkahan yang Bapak dan Ibu bawa dapat menyinari lingkungan sekitar dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Selamat datang kembali di tanah air, semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” pungkas Bupati.
Kegiatan penyambutan ini merupakan bentuk komitmen dan perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap warganya, terutama dalam mendukung pelaksanaan rukun Islam kelima. Dengan menyampaikan informasi secara terbuka, termasuk data jamaah yang wafat maupun gagal berangkat, pemerintah menunjukkan praktik transparansi dan akuntabilitas publik yang patut diapresiasi.
Acara ini juga memperlihatkan dimensi kemanusiaan dan spiritual dalam penyelenggaraan layanan publik. Bukan sekadar formalitas administratif, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan religius masyarakat, terutama dalam momen-momen penting seperti ibadah haji.
Kegiatan penyambutan jamaah haji bukan hanya seremoni, tetapi juga momen konsolidasi nilai, kepercayaan, dan kepedulian antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui kegiatan ini, berhasil memperlihatkan wajah pelayanan publik yang humanis, terbuka, dan bernilai spiritual tinggi.(KH74)
artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa