BERITA DETAIL
FGD Pemindahan Menjangan ke Pulau Moyo, Bupati Sumbawa Tegaskan Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Pariwisata Berkelanjutan

FGD Pemindahan Menjangan ke Pulau Moyo, Bupati Sumbawa Tegaskan Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Penguatan Pariwisata Berkelanjutan

18 Juni 2025   112

 

 

Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id/18 Juni 2025 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Focus Group Discussion (FGD) penting yang membahas rencana pemindahan sebagian populasi menjangan dari Pendopo 1 Bupati Sumbawa ke Pulau Moyo. FGD ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1, Kantor Bupati Sumbawa.

Turut hadir dalam diskusi tersebut antara lain Asisten Administrasi Umum Setda, jajaran OPD terkait, perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta pihak Hotel Amanwana Pulau Moyo, yang selama ini juga berperan dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pariwisata.

Menjawab Tantangan Overpopulasi dan Konservasi Lingkungan

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan bahwa rencana pemindahan sebagian populasi menjangan merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan overpopulasi yang saat ini terjadi di kawasan Pendopo. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kesehatan populasi satwa, tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan setempat.

“Kami memahami kekhawatiran berbagai pihak terhadap kondisi populasi menjangan yang semakin padat. Oleh karena itu, pemindahan ke Pulau Moyo menjadi solusi yang kami anggap paling tepat secara ekologis dan berkelanjutan,” jelas Bupati.

Tujuan: Kesejahteraan Satwa dan Penguatan Daya Tarik Pariwisata

Bupati menegaskan bahwa pemindahan ini bukan hanya soal relokasi satwa, tetapi merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan, penguatan edukasi konservasi, dan pengembangan daya tarik wisata alam Kabupaten Sumbawa.

“Kami ingin menjadikan Pulau Moyo sebagai kawasan percontohan nasional dalam hal pengelolaan lingkungan dan konservasi satwa. Ini sejalan dengan visi Sumbawa sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang berkelas dunia,” imbuhnya.

Didukung Kajian dan Koordinasi Lintas Sektor

Bupati juga menyampaikan bahwa langkah pemindahan ini telah melalui kajian ilmiah dan analisis menyeluruh dari berbagai aspek – mulai dari lokasi, daya dukung lingkungan, legalitas kawasan, hingga strategi teknis pemindahan. Pemkab Sumbawa juga telah berkoordinasi secara intensif dengan Bappeda, BKSDA, serta unsur TNI/Polri demi memastikan proses berjalan aman, efisien, dan akuntabel.

Ulasan: Membangun Harmoni antara Konservasi dan Ekonomi

Langkah Pemkab Sumbawa ini mencerminkan model pemerintahan daerah yang visioner, mampu melihat keterkaitan antara konservasi, kesejahteraan satwa, dan potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata. Pulau Moyo, yang dikenal dengan keindahan alamnya dan menjadi destinasi wisata eksklusif, akan semakin kaya secara ekologis dengan kehadiran menjangan sebagai satwa ikonik.

Pemindahan ini juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat edukasi publik tentang pentingnya keseimbangan ekosistem, sekaligus mengajak lebih banyak pihak swasta dan masyarakat untuk terlibat dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.


Kesimpulan:
Dengan dilaksanakannya FGD ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan antara konservasi lingkungan dan pengembangan ekonomi daerah. Rencana pemindahan sebagian menjangan ke Pulau Moyo bukan hanya untuk menjawab tantangan ekologis, tetapi juga sebagai langkah strategis memperkuat citra Sumbawa di mata nasional maupun internasional. (KH74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa