BERITA DETAIL
Sumbawa Perkuat Posisi sebagai Lumbung Jagung Nasional, Dukung Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri

Sumbawa Perkuat Posisi sebagai Lumbung Jagung Nasional, Dukung Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri

05 Juni 2025   609


Sumbawa Besar, ppid.sumbawakab.go.id5 Juni 2025 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri acara Groundbreaking Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri berkapasitas 3.000 ton (3 unit masing-masing 1.000 ton) yang digelar di Desa Moyo, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem penyimpanan hasil panen dalam menghadapi surplus produksi jagung di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur NTB, Kapolda NTB beserta jajarannya, Ketua DPRD Provinsi NTB, pimpinan BULOG Kanwil NTB, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, para Kepala OPD terkait baik dari provinsi maupun kabupaten, camat, pelaku usaha pertanian, dan para petani. Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, juga mengikuti kegiatan ini secara virtual.

NTB Panen Raya Jagung: Tantangan dan Peluang

Dalam sambutannya, Kapolda NTB Irjen. Pol. Hadi Gunawan melaporkan kepada Presiden bahwa produksi jagung NTB pada panen kuartal II mencapai 1.778.660 ton. Namun, daya tampung gudang BULOG yang hanya sebesar 578.780 ton menyebabkan adanya surplus jagung sebesar 1.199.880 ton yang belum tertampung. Permasalahan ini menjadi perhatian serius dan mendorong pemerintah pusat membangun tiga gudang penyimpanan baru berkapasitas total 3.000 ton.

“Kami berharap dalam 120 hari ke depan, ketiga gudang ini sudah bisa digunakan sebagai tempat penampungan jagung,” ungkap Kapolda.

Sumbawa Tembus Produksi 267.000 Ton Jagung Kuartal II

Bupati Sumbawa, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden dan Menteri Pertanian. Ia melaporkan bahwa pada kuartal II ini, produksi jagung Sumbawa mencapai 267.000 ton dari luas panen 60.000 hektar. Bahkan, ekspor jagung sebesar 6.000 ton dari kuota 20.000 ton direncanakan akan dimulai pada 17 Juni 2025.

“Kami berkomitmen mendukung stabilitas pangan nasional, dan telah menyiapkan lahan strategis di sekitar Pelabuhan Badas untuk mendukung pembangunan gudang penyimpanan,” ungkap Bupati Jarot.

Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih atas bantuan 500 unit alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian yang dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses produksi.

Gudang Ketahanan Pangan Polri Ditempatkan di Titik Strategis

Dalam arahannya, Bupati Sumbawa menyatakan bahwa tiga gudang penyimpanan Polri akan dibangun di lokasi strategis yakni Polsek Moyo Utara, Polsek Lape, dan Polsek Tarano. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan keterbatasan daya tampung hasil panen sekaligus menjamin stabilitas pasokan pangan.

“Ini langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan infrastruktur ini, distribusi dan efisiensi logistik pangan akan jauh lebih baik,” ujar Bupati.

Ulasan dan Makna Strategis

Kegiatan ini mencerminkan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, dan masyarakat petani. Pembangunan gudang ketahanan pangan bukan hanya proyek fisik, tetapi simbol komitmen terhadap kedaulatan pangan nasional.

Langkah cepat Kabupaten Sumbawa dalam merespons tantangan penyimpanan hasil panen menjadi bukti kesiapan daerah dalam menopang peran sebagai lumbung jagung nasional. Ini sekaligus menjadi momentum strategis memperkuat infrastruktur pertanian di NTB.

Penutup

Pemkab Sumbawa melalui kegiatan ini menegaskan posisi strategisnya dalam rantai pangan nasional. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan pemerintah pusat, Sumbawa tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat logistik dan ekspor komoditas pertanian unggulan Indonesia. (kh74)


artikel berita ini dibuat untuk keperluan publikasi dan transparansi kegiatan Pemkab Sumbawa